Jauhi Tawuran dan Kenakalan Remaja : Pesan Penuh Makna Babinsa untuk Anggota Pagar Nusa di Kecamatan Tarokan
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Suasana di halaman Masjid Al Hidayah ,Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri terasa lebih hangat dari biasanya, di bawah cahaya lampu yang temaram, para pemuda dari Perguruan Silat Pagar Nusa berkumpul, mendengarkan dengan saksama wejangan dari seorang prajurit yang tak hanya hadir sebagai aparat, tetapi juga sebagai kakak dan pembimbing bagi mereka. Minggu (14/6/2026) pagi.
Babinsa Desa Kaliboto Serda Nuryanto bersama personil dari Koramil 0809/05 Grogol Kodim Kediri dan Polsek Tarokan berdiri tegap di hadapan para pesilat muda. Ia bukan datang untuk menegur atau memberi perintah, melainkan menjaga keamanan dan memberikan pendampingan selama kegiatan tasyakuran berlangsung.
Tidak hanya itu saja, kehadiran aparat keamanan TNI Polri di lokasi tersebut untuk mengingatkan kepada para warga baru Pagar Nusa dengan penuh kepedulian, tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh buruk yang kian mengintai di sekitar mereka. Tawuran dan kenakalan remaja semakin marak, dan kehadiran TNI Polri di tengah tengah mereka ingin memastikan generasi muda di wilayah binaan tak ikut terjerumus ke dalamnya.
“Kalian adalah harapan, bukan ancaman,“Gunakan ilmu bela diri untuk melindungi, bukan untuk menyakiti. Jangan biarkan emosi sesaat menghancurkan masa depan kalian.”ucap Babinsa Kaliboto Serda Nuryanto.
Ketua Cabang Pagar Nusa Kabupaten Kediri Gus Jalaludin menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh aparat teritorial baik TNI maupun Polisi . Ia tahu, di usia yang penuh gejolak ini, godaan untuk membuktikan diri kerap datang. Namun, ia juga percaya bahwa para pesilat muda ini memiliki hati yang besar untuk memilih jalan yang benar.
Pesan anggota Koramil 0809/05 Grogol bersama pihak kepolisian malam itu bukan sekadar imbauan, melainkan harapan. Harapan bahwa mereka yang berdiri di hadapannya akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam prinsip dan moral.
Malam semakin larut, namun semangat yang ditanamkan Babinsa terus menyala. Dalam hati setiap pemuda yang hadir, tertanam keyakinan baru: bahwa menjadi hebat bukan berarti harus bertarung di jalanan, tetapi mampu menahan diri dan memilih kebaikan di atas segalanya.(Hariono)




Posting Komentar