Tim KKN Inovasi Pesantren dan DPL Berikan Pelatihan Pembuatan Takakura di Ponpes Islamiyah Syafi'iyah
PROBOLINGGO, LINTASDAERAHNEWS.COM - Tim Mahasiswa KKN-Inovasi Pesantren Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Augustin Mustika Chairil, memberikan pelatihan pembuatan Takakura di Pondok Pesantren Islamiyah Syafi'iyah Dusun Krajan,Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sampah sisa makanan, khususnya yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pondok pesantren.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 3 kelas siswa pondok pesantren dan ustadz. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap sejak awal Agustus 2026, dimulai dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah organik, dilanjutkan praktik pembuatan Takakura pada 10 Agustus 2026, hingga proses panen kompos yang dilakukan pada Rabu (19/08/2026).
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan jumlah sampah sisa makanan. Melalui kegiatan tersebut, siswa dan warga pondok pesantren diajak untuk tidak hanya membuang sisa makanan, tetapi juga memahami bagaimana sampah organik dapat dikelola dan diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Takakura merupakan metode pengomposan sampah organik, terutama sampah sisa makanan, dengan menggunakan keranjang rumah tangga sebagai media utama. Metode ini dinilai mudah diterapkan karena menggunakan bahan-bahan sederhana yang relatif mudah ditemukan di sekitar masyarakat.
“Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, hanya keranjang, plastik, dan sekam sebagai media komposnya,” ujar Ditto, salah satu penggagas ide Takakura.
Dalam pelaksanaannya, sampah sisa makanan dimasukkan ke dalam media Takakura untuk kemudian mengalami proses penguraian. Proses pengomposan tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat minggu hingga sampah organik dapat berubah menjadi kompos.
Sosialisasi pada awal Agustus menjadi tahap awal untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai persoalan sampah sisa makanan dan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Selanjutnya, pada 10 Agustus 2026, para siswa dan ustadz mengikuti praktik langsung pembuatan Takakura bersama Tim Mahasiswa KKN-Inovasi Pesantren dan DPL UPN “Veteran” Jawa Timur. Setelah melalui proses pengomposan, hasil Takakura kemudian dipanen pada Rabu (19/08/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu bentuk evaluasi atas proses yang telah dilakukan sekaligus menunjukkan kepada peserta bahwa sampah sisa makanan dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat.
Ustadz Budi, selaku wali kelas SMP Insan Terpadu, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan gagasan baru bagi warga pondok untuk mengatasi persoalan sampah sisa makanan yang masih ditemukan dalam kegiatan makan sehari-hari.
“Kegiatan ini memberikan ide yang sangat bagus untuk mengurangi sampah sisa makanan, terlebih beberapa siswa di sini tidak menghabiskan makanan MBG-nya,” ujar Ustadz Budi.
Ustadz Tamrin yang turut mendampingi kegiatan berharap pelatihan tersebut tidak berhenti di lingkungan pondok pesantren saja. Ia berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di rumah masing-masing.
“Semoga dengan ini anak-anak bisa mempraktikkan Takakura di rumah-rumah mereka agar bisa mengelola sampah dengan baik,” sambut Ustadz Tamrin dalam mendampingi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Tim Mahasiswa KKN-Inovasi Pesantren bersama Augustin Mustika Chairil selaku Dosen Pembimbing Lapangan berharap pengelolaan sampah organik dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh warga Pondok Pesantren Islamiyah Syafi'iyah. Tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi sampah sisa makanan dari program MBG, metode Takakura juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para siswa.
Penulis : Augustin Mustika Chairil
Editor : Hariono



Posting Komentar