Peringati Hari Jadi Kota Kediri ke 1147, Dandim bersama Forkopimda Hadiri Upacara Tradisi Manusuk Sima
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah bersama Forkopimda menghadiri upacara tradisi Manusuk Sima dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke 1147 tahun 2026. Dengan mengusung tema Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tadisi." upacara tersebut diselenggarakan di Tirtayasa Park Jln Ahmad Yani, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Senin (27/7/2026).
Dalam sambutannya Walikota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan,”Atas nama pemerintah kota kediri dan seluruh masyarakat kota kediri, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang hadir di kota kediri.Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat menyambut bapak-ibu sekalian dalam perayaan hari jadi kota kediri tahun ini.
Tahun ini merupakan momen yang istimewa. setelah tiga tahun terakhir prosesi manusuk sima diselenggarakan di halaman balai kota kediri, pada tahun ini kita kembalikan di kawasan tirtayasa.
Hal ini bukan tanpa alasan. kawasan ini memiliki kedekatan sangat erat dengan sejarah lahirnya kota kediri. Di sinilah jejak kawasan kuwak yang disebut dalam prasasti kwak kembali dihadirkan, mengingatkan kita bahwa lebih dari sebelas abad yang lalu, wilayah ini menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang peradaban kota kediri,”ucapnya.
Lebih lanjut Walikota Kediri mengatakan,” Kembalinya prosesi manusuk sima ke kawasan ini juga merupakan ikhtiar untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan akar sejarahnya, agar generasi hari ini merasakan bahwa sejarah tidak cukup untuk dikenang, tetapi juga harus dipelajari, dirawat, dan diwariskan.
Tanggal 27 juli menjadi penanda lahirnya kota kediri berdasarkan prasasti kwak yang berangka tahun 879 masehi.Pasasti tersebut mencatat penetapan wilayah kuwak sebagai tanah sima, yaitu daerah perdikan yang memperoleh hak istimewa karena memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pada masa itu. Kesuburan wilayah kuwak yang dialiri patirtan tirtoyoso menjadikan kawasan ini sebagai pusat kehidupan dan aktivitas masyarakat.
Karena itulah, hingga hari ini prosesi manusuk sima terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya kota kediri.
Tradisi ini juga mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan sebuah kota tidak pernah lahir secara instan ia tumbuh dari kerja keras, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
Memasuki usia ke-1147 tahun, kota kediri mengangkat tema "sinergi lintas generasi, mengalir dengan inovasi, teguh dalam tradisi." Tema ini juga menjadi arah pembangunan kota kediri hari ini. sinergi lintas generasi mengandung makna bahwa kemajuan kota hanya dapat diwujudkan apabila pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai luhur dari generasi terdahulu berpadu dengan semangat, kreativitas, dan gagasan baru dari generasi muda.
Mengalir dengan inovasi menggambarkan semangat kota kediri untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman, terbuka terhadap teknologi, ilmu pengetahuan, dan berbagai pembaruan, tanpa kehilangan jati dirinya.
Sedangkan teguh dalam tradisi menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya perkembangan, kita tetap berpijak pada sejarah, budaya, dan kearifan lokal sebagai identitas yang membedakan kota kediri dengan kota-kota lainnya.
Inilah filosofi yang kami yakini, bahwa inovasi akan memiliki arah ketika dibangun di atas fondasi tradisi, dan tradisi akan tetap hidup ketika diwariskan kepada generasi yang terus berinovasi.
Usia 1.147 tahun tentu menjadi perjalanan panjang dengan banyak capaian yang telah diraih. namun masih banyak pula ikhtiar yang harus terus kita lakukan bersama oleh karena itu, pada momentum yang penuh makna ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi.
Mari kita rawat warisan sejarah yang kita miliki, menjaga kerukunan dan keberagaman yang telah menjadi kekuatan kota kediri, serta terus menghadirkan inovasi demi membangun kota kediri yang mapan: maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.
Dengan memohon ridha allah swt, semoga kota kediri senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,”pungkasnya.
Direktur Warisan Budaya Kementrian Kebudayaan RI Dr. Agus Widiatmoko dalam sambutannya menyampaikan,” Dalam rangka menperingati HUT Kota Kediri ke 1147 sebuah umur yang tidak pendek dan panjang, Kota Kediri dibangun dari Peradaban yang Tua
Kediri di bangun oleh Sastrawan - Sastrawan dan Raja yang diberikan Hadiah Sima ( Tirtoyoso / Perdikan ). Cerita Panji / Inu Kertapati yang luar biasa dan Cerita asli karya orang Kediri merupakan Prospek Budaya yang harus dilindungi dan dibudayakan Warga Kota Kediri mencintai pemimpinnya, Semoga menjadi kota yang gemah ripah lohjinawi. “ Mari kita sama - sama memajukan Kota Kediri,”pungkasnya.
Sementara itu Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah disela acara menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi Kota Kediri ke 1147 tahun 2026 . “Kota Kediri Maju dan Bermartabat” sebagai penguat ketahanan sosial dan ekonomi menuju Kota Kediri yang maju.
Semoga Kota Kediri ke depan semakin unggul, inovatif dan berkelanjutan."Guna mewujudkan hal tersebut, sebagai warga masyarakat Kota Kediri, mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita jaga persatuan dan kesatuan, hormat menghormati antar sesama dalam mengawal kelancaran pembangunan Kota Kediri yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak,” Pungkas Letkol Inf. Dhavid.(Hariono)




Posting Komentar