Hadiri Tradisi Bersih Desa, Danramil 0809/16 Papar Harap Budaya Bangsa Tetap Terjaga
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Sedekah bumi atau biasa disebut bersih desa merupakan tradisi slametan atau upacara adat Jawa yang bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Upacara bersih desa juga memuat tujuan solidaritas di dalamnya, dimana makanan yang menjadi santapan bersama adalah hasil sumbangan warga sendiri.
Kearifan budaya lokal masyarakat Jawa tersebut sampai sekarang masih terus dilestarikan dan terpelihara dengan baik. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Papar yang menggelar acara doa bersama tumpengan dalam rangka bersih desa bertempat di Balai Desa Papar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Sabtu (11/7/2026). acara tersebut dimeriahkan dengan hiburan kesenian tayub.
Kegiatan itu dihadiri oleh Camat Papar Andrea Rangga Primansyah beserta Staf, Danramil 0809/16 Papar Kapten Cke Aif Waluyo beserta Babinsa,Kapolsek Papar Kompol Sriatik SK beserta Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Papar drh Joko Santosa beserta Perangkat Des dan Ratudan Warga Masyarakat Papar.
Kepala Desa Papar drh Joko Santosa menjelaskan, tradisi bersih desa yang di awali dengan ritual selamatan ini merupakan tradisi nenek moyang yang sudah turun temurun.
“Jadi tradisi ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya pendahulu kampung, sebagai ritual meminta keselamatan desa pada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.
Sementara itu, Danramil 0809/16 Papar Kapten Cke Aif Waluyo yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, bahwa ritual selametan ini adalah rangkaian bersih Desa dan sudah merupakan budaya turun temurun yang hingga kini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat.
“Ini salah satu warisan budaya bangsa, kita harus memberi support atas acara ini, sehingga masyarakat yang melaksanakan ritual selamatan ini merasa aman dan nyaman,” terangnya.
Menurut Danramil, kegiatan bersih desa ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas semua keselamatan dan kemakmuran yang diberikan kepada seluruh warga masyarakat.
“Ini juga merupakan salah satu tradisi atau adat istiadat yang harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus, agar tidak tergerus oleh budaya asing,” pungkasnya.(Hariono)




Posting Komentar