Upgrade Wawasan Kebangsaan, Seminar Nasional HMAP UPNVJT Angkat Isu Bela Negara Era Digital
SURABAYA,LINTASDAERAHNEWS.COM - Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HMAP) 2026 Kabinet Nawasena kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas intelektual dan kesadaran kebangsaan mahasiswa melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Bela Negara Era Digital: Membangun Kesadaran Generasi Muda akan Kebangkitan Nasional untuk Mewujudkan Birokrasi Kompeten”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Penida Noor FISIBPOL 1 dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi maupun perguruan tinggi.
Seminar nasional ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Administrasi Publik dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, generasi muda dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesadaran nasionalisme dan tanggung jawab terhadap bangsa serta negara. Oleh sebab itu, tema bela negara di era digital dipilih sebagai upaya untuk mengajak mahasiswa memahami pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia demi terciptanya birokrasi yang kompeten dan adaptif.
Acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan rangkaian registrasi peserta dan pembukaan kegiatan oleh panitia pelaksana. Suasana seminar berlangsung dengan penuh antusiasme sejak awal acara. Peserta tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan yang dikemas secara formal namun interaktif. Seminar ini dipandu oleh moderator Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA., selaku dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur yang mampu membangun suasana diskusi menjadi lebih hidup dan komunikatif.
Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Narasumber pertama adalah Erwing Wahyu Milensyah, S.AP., M.AP., dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan birokrasi modern. Menurutnya, birokrasi di era digital tidak lagi hanya berorientasi pada pelayanan administratif semata, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi, inovasi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon penerus bangsa perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang memadai, baik dalam aspek akademik, kepemimpinan, maupun etika publik.
Selain itu, beliau juga menekankan bahwa bela negara pada masa kini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga etika dalam penggunaan media sosial, menyebarkan informasi yang benar, serta mendukung kebijakan publik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk disinformasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Probo Parondo Yakti, M.Hub.Int., akademisi Hubungan Internasional Universitas Airlangga sekaligus Co-Founder Nusantara Policy Lab, membahas mengenai pentingnya kesadaran geopolitik dan nasionalisme di tengah era globalisasi.
Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru berupa krisis identitas, rendahnya literasi politik, serta meningkatnya arus informasi yang tidak terkendali.
Beliau menyampaikan bahwa generasi muda Indonesia harus mampu menjadi aktor perubahan yang cerdas dan kritis dalam menyikapi perkembangan global. Menurutnya, semangat bela negara tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk fisik, tetapi dapat dilakukan melalui kontribusi nyata dalam pendidikan, penelitian, inovasi, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan pemerintahan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai tantangan birokrasi digital, peran generasi muda dalam menjaga nasionalisme, hingga strategi menghadapi pengaruh negatif media sosial. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menjadikan seminar berlangsung dinamis dan memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi seluruh peserta yang hadir.
Selain memperoleh ilmu dan wawasan baru, peserta seminar juga mendapatkan berbagai manfaat lain seperti sertifikat ber-SKPM, relasi yang lebih luas, serta pengalaman berdiskusi langsung dengan akademisi dan praktisi yang kompeten di bidangnya. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi, kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan masa depan.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ini, HMAP 2026 Kabinet Nawasena berharap dapat terus menghadirkan kegiatan akademik yang inspiratif dan bermanfaat bagi mahasiswa. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Dengan meningkatnya kesadaran bela negara di kalangan generasi muda, diharapkan lahir sumber daya manusia yang mampu mewujudkan birokrasi Indonesia yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan bangsa melalui pendidikan, pemikiran kritis, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan nasionalisme yang kuat, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan menuju masa depan bangsa yang lebih maju dan berdaya saing di era digital.
Penulis. : Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA (Dosen Administrasi Publik – FISIBPOL – UPN “Veteran” Jawa Timur)
Editor. : Hariono



Posting Komentar