Angkat Tema ‘Public Speaking for Youth Generation’, Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Beri Pendampingan Siswa MTs Nurul Huda Sidoarjo
SIDOARJO,LINTASDAERHNEWS.COM - UPN 'Veteran' Jawa Timur turut melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan bertema Public Speaking for Youth Generation bagi siswa-siswi kelas 8 MTs Nurul Huda Sidoarjo pada 16 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, generasi muda tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan komunikasi yang baik. Kemampuan menyampaikan ide, berpendapat secara percaya diri, serta berinteraksi secara efektif menjadi bekal penting bagi siswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang. Komunikasi yang baik membantu generasi muda membangun kepercayaan diri, memperluas relasi sosial, dan mengembangkan potensi kepemimpinan sejak usia sekolah.
Kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan utama yang perlu ditanamkan sejak dini. Bagi pelajar, public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan kelas, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan dengan terstruktur, meyakinkan, dan santun di berbagai situasi. Keterampilan ini penting untuk mendukung proses belajar, aktivitas organisasi, hingga membentuk karakter siswa yang berani, kritis, dan mampu berkontribusi aktif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Berangkat dari pentingnya penguatan soft skill komunikasi bagi generasi muda, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan pendampingan yang dikemas secara interaktif dengan fokus pada pengembangan rasa percaya diri, teknik berbicara di depan umum, serta kemampuan menyusun pesan yang efektif. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), karena mendukung pengembangan keterampilan non-akademik siswa melalui pendidikan komunikasi.
Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan materi mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari cara mengatasi rasa gugup, teknik vokal, kontak mata, bahasa tubuh, hingga cara menyusun pesan yang menarik saat berbicara di depan audiens. Materi juga disampaikan melalui simulasi praktik, sehingga siswa dapat langsung mencoba berbicara di depan teman-temannya dan memperoleh pengalaman nyata.
Pendampingan dikemas melalui permainan komunikasi, latihan presentasi singkat, serta praktik menyampaikan pendapat di depan kelas. Metode ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani mempraktikkan keterampilan berbicara secara langsung. Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Dian Hutami Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum perlu dilatih sejak usia remaja karena menjadi modal penting dalam membangun karakter kepemimpinan.
“Generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. Mereka perlu dibekali keberanian untuk berbicara, menyampaikan ide, dan mengekspresikan gagasannya dengan baik. Public speaking membantu siswa lebih percaya diri dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam pengembangan potensi siswa di berbagai bidang. “Public speaking bukan hanya untuk tampil di depan banyak orang, tetapi juga untuk melatih keberanian, cara berpikir terstruktur, dan kemampuan menyampaikan pendapat secara santun. Ini adalah soft skill yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda saat ini,” tambahnya.
Penulis : Dian Hutami Rahmawati (Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur)
Editor. : Hariono


Posting Komentar