Beras SPHP Jadi Primadona, Masyarakat Ramai-ramai Membeli karena Harga Murah dan Kualitas Terjamin
PASURUAN, Lintasdaerahnews. com ~ ||Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras semakin diminati masyarakat luas. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan dan penyaluran yang terus meningkat, bahkan hingga mencapai ratusan ribu ton di seluruh Indonesia.
Menurut data Perum Bulog, hingga November 2025, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai kurang lebih ratusan ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berhasil menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat.
Salah satu faktor utama yang membuat beras SPHP populer adalah harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan beras komersial di pasaran. Harga beras SPHP dipatok sekitar Rp55.000 hingga Rp62.500 per kemasan 5 kg, atau sekitar Rp11.000 hingga Rp12.500 per kg, yang masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Beras SPHP jauh lebih murah dibandingkan beras medium atau bahkan premium di pasaran. Lumayan kembaliannya bisa dibuat beli bumbu dapur," ujar Khoiron, warga Kabupaten Pasuruan yang membeli dua kemasan beras SPHP seharga Rp116 ribu. Sabtu (24/4/26).
Selain harga, kualitas beras juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak masyarakat yang mengaku puas dengan mutu beras SPHP yang dinilai baik dan layak konsumsi. "Berasnya bagus dan murah lagi," kata Rodiyah, ibu rumah tangga asal Winongan.
Di beberapa daerah di Kabupaten/Kota Pasuruan, minat masyarakat semakin meningkat setelah diketahui bahwa beras SPHP kini sebagian besar berasal dari beras lokal hasil pengadaan Bulog, bukan lagi beras impor. Hal ini membuat masyarakat semakin percaya dan bangsa mengonsumsinya
Beras SPHP, elain membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, program SPHP juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional dan mengendalikan inflasi. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang terkendali, gejolak harga di pasar dapat diminimalisir.
"SPHP bukan sekadar program penyaluran beras murah, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari gejolak harga pangan," ujar perwakilan Bulog.
( Krm )

Posting Komentar