Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Bersama Dinas Terkait Gelar Sosialisasi Pencegahn Stunting dan Pernikahan Dini
PROBOLINGGO,LINTASDAERAHNEWS.COM - Stunting sendiri masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan nasional yang dihadapi, baik oleh actor kesehatan maupun keluarga di Indonesia. Akar permasalahannya pun menjalar, baik dari pemerintah, keluarga, maupun dari lingkungan tempat tinggal.
Dikutip dari hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementrian Kesehatan, prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Pun dengan angka sedemikian, presentase tersebut telah mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun yang lalu. prevalensi stunting di Indonesia sempat melonjak menjadi sebesar 37,2% pada 2013 dan 30,8% pada 2018. Namun, angkanya cenderung mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Segala upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan stunting di Indonesia. Dikutip dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Budi Guna Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan, bahwa terdapat 3 upaya yang akan dan bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah stunting yang akan dimulai pada periode pra kehamilan wanita. Kementrian Kesehatan pun juga memiliki tugas untuk menurunkan angka stunting dari 24% ke 14% di tahun 2024. Angka dan harga yang besar untuk suatu kemajuan dunia kesehatan Republik Indonesia.
Dalam membantu upaya yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya Kementrian Kesehatan dalam menekan prevalensi stunting di Indonesia, Kelompok 13 KKN Tematik MBKM Gelombang II UPN “Veteran” Jawa Timur yang mendapat skema Desa Bebas Stunting di Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, bekerja sama dengan BKKBN bagian PKB (Penyuluhan Keluarga Berencana) Kecamatan Wonomerto dalam salah satu program kerja yang diselenggarakan, yaitu Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini. Sosialisasi tersebut diselenggarakan demi terwujudnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya stunting dan cara mencegahnya, baik dalam pemberian gizi yang cukup maupun pengetahuan seorang ibu mengenai keshatan balita.
Kelompok 13 KKN-T MBKM UPN Veteran Jawa Timur menggandeng Ibu Ami Budiarsih S. Sos. selaku Korrdinator PKB Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo untuk memberikan penyuluhan dan penjelasan mengenai stunting dan pernikahan dini, dengan tema “Mempersiapkan Generasi Berkualitas”. Sosialisasi yang digagas dan dilaksanakan pada 12 Oktober 2022 oleh Kelompok 13 KKN Tematik Gelombang II UPN “Veteran” Jawa Timur pada ini bertujuan untuk menghadirkan seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu hamil, ibu dan balita, calon pasangan, juga calon ibu, untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran mengenai betapa pentingnya mencegah stunting pada balita dan bagaimana dampak pernikahan dini bagi pasangan.
Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Ibu Ami, terdapat giat tentang bagaimana membangun sebuah keluarga melalui 8 fungsi keluarga yang bisa membantu calon pasangan maupun keluarga untuk memahami bahwa fungsi keluarga bukan hanya tentang beranak pinak, namun juga tentang mengatur jarak kehamilan, membina hubungan yang baik, memberikan teladan yang baik kepada anak-anak, memahami fungsi keluarga secara seutuhnya, dan sebagainya.
8 Fungsi Keluarga Diantaranya
1. Fungsi Agama
2. Fungsi Sosial Budaya
3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
4. Fungsi Perlindungan
5. Fungsi Reproduksi
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
7. Fungsi Ekonomi
8. Fungsi Lingkungan
Dengan pemaparan yang rinci dan jelas dari ahlinya, yaitu Ibu Ami Budiarsih S. Sos. selaku Koordinator PKB yang ahli dalam bidang permasalahan stunting dan pernikahan dini, pengharapan Kelompok 13 KKN Tematik Gelombang II UPN “Veteran” Jawa Timur terhadap wawasan yang meningkat dan perluasan ilmu yang lebih kuat dapat menjadi pegangan bagi masyarakat Desa Pohsangit Tengah untuk terus maju dan berkembang serta turut berpartisipasi menyukseskan salah satu tugas pemerintah dalam sektor kesehatan, yaitu penekanan angka stunting.
Penulis : Salsa Hentihu/Kelompok 13 KKN-T Gel II UPN Veretan Jawa Timur
Editor. : Hariono


Posting Komentar