Sinergi : Dandim 0809/Kediri bersama Forkopimda Jajaran Ikuti Upacara Peringatan Hari Bhayangkara, 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., MAP bersama Forkopimda Jajaran turut serta mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Balai Kota Kediri Jl. Jendral Basuki Rachmad No.15 Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Selasa (1/7/2026).
Upacara di pimpin langsung oleh Wakil Walikota Kediri Qowimudin Toha, M.Pd.I yang bertindak sebagai inspektur upacara, AKP Prio Hadi Setyo SH bertindak sebagai Komandan Upacara dan Kompol Iwan Setiawan Budi SH sebagai Perwira Upacara.
Upacara tersebut melibatkan dari berbagai kesatuan diantaranya pasukan Polresta Kota Kediri, Pama Polres Kediri Kota, Polwan Polres Kediri Kota, Brimob,Propam Polres dan Polsek Kediri Kota, Satsamapta Bersenjata Polres Kediri Kota, Satsamapta Pam Obvit Polres Kediri Kota, Satlantas Polres Kediri Kota,Gabungan Staf Polres Kediri Kota, Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota, Satintelkam Polres Kediri Kota,Gabungan Satreskrim dan Satnarkoba Polres Kediri Kota,ASN Polres Kediri Kota, Senkom,Rapi,Banser,Saka Bhayangkara dan K9.
Hadir pula PLT Karumkit Bayangkara Kota Kediri Kombes Pol Dr. Heri Budiono Sp.,U.,M.Kes, Danbrigif 16/WY) diwakili Mayor Inf Arif (Kasi Log Brigif 16/WY Kolonel Inf Muhammad Sujoko M.Han,Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., MAP,Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim S.H., S.I.K M.H, Dantebek V-44-02 A Kediri Mayor Cba Arif, Dansub Denpom V/2-2 Kediri Kapten Cpm Purwanto,Danramil 0809/03 Mojoroto Kapten Cke Mulyono,Pjs Pasi Log Yonif 521/DH Lettu Inf Gatot Mustafa,Ketua DPRD Kota Kediri Ibu Dra. Firdaus, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Rivo CH.M.Medellu SH, Kasi PBHP Bea Cukai Kediri Heru Sustanto, Hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri Damar Kusuma Wardana SH.MH,Ketua Pengadilan Kota Kediri Dr. Ahmad Hodri SHI.,MH,Kepala Imigrasi Kota Kediri Denny Irawan SH,Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahadrjo SH,Toga Tomas Kota Kediri,Peserta upacara dan Tamu Undangan.
Dalam amanatnya Presiden RI Prabowo Subianto yang dibacakan oleh Wakil Walikota Qowimuddin Toha menyampaikan pada acara peringatan hari bhayangkara yang ke-80 ini, saya sebagai presiden indonesia menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar polri dimana pun saudara-saudara bertugas. saya juga menyampaikan apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian dan pengorbanan yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara professional dan tanpa lelah.
Tema peringatan hari bhayangkara ke-80 tahun 2026 ini adalah "80 tahun mengabdi, polri untuk masyarakat. Tema ini mengandung makna bahwa kepolisian negara republik indonesia dalam seluruh perjalanan pengabdiannya bermuara pada satu tujuan luhur yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hal ini berarti bahwa seluruh pengabdian polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Perwujudan pengabdian kepada masyarakat, tentunya dapat tercapai apabila polri dalam melaksanakan tugas pokoknya mampu mencerminkan kesigapan, ketegasan dan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaik.
Fokus utama pelayanan Polri yaitu pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Apabila masyarakat telah sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.
Kita sadari bersama bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional tentunya tidak dapat lepas dari pengaruh geopolitik global. Dinamika global saat ini yang diwarnai oleh rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional, dan ketidakpastian ekonomi dunia sebagai dampak adanya perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran, menuntut kesiapan dan kemampuan Polri untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kejahatan yang dimungkinkan akan terjadi, termasuk di dalamnya memperkuat keamanan siber serta mendukung misi perdamaian dunia.
Menyikapi perkembangan situasi geopolitik global maupun regional yang semakin dinamis saat ini menjadikan tantangan yang serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjaga dan memelihara kamtibmas.
Kejahatan yang berevolusi cepat seiring kemajuan teknologi informasi serta tingginya ekspektasi publik terhadap Polri menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dan merespons secara cepat setiap tuntutan publik.
Dalam menghadapi hal tersebut, Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik. Polri harus mampu membaca, mengadaptasi, dan merespons setiap perubahan serta tuntutan publik yang semakin tinggi harapannya terhadap keberadaan Polri.
Suksesnya beberapa program pemerintah tentunya tidak terpisahkan dari peran penting Kepolisian dalam mengawal agenda strategis nasional, di antaranya dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang diwujudkan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 1.179 unit dari target1.500 unit, dukungan terhadap program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung dengan total lahan seluas 651.196 hektare yang berhasil mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9% atau setara 1,36 juta ton, penegakan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan memicu kebocoran keuangan negara, seperti kejahatan narkoba,penyelundupan, dan judi online, program penyediaan rumah bagi PNPP dan masyarakat, di mana Polri telah berhasil meresmikan 10.905 unit hunian dari rencana pembangunan 15.923 unit, serta menjaga stabilitas keamanan untuk investasi dan hilirisasi melalui pengamanan pada proyek strategis nasional, kawasan industri hilirisasi, serta ladang-ladang energi.
Tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensional, Polri juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi Polri sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan telah disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, hendaknya dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri di mana pun bertugas untuk melakukan pembenahan-pembenahan, baik di bidang pembinaan secara internal institusi Polri maupun di bidang operasional, guna menjawab dinamika perkembangan zaman dan tuntutan publik.
Oleh karenanya, pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, saya perintahkan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dengan memedomani hal-hal sebagai berikut:
Pertama, perkuat reformasi kelembagaan Polri. Polri harus memastikan proses reformasi birokrasi Polri mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi organisasi yang lebih responsif dan terbuka terhadap pengawasan publik.
Kedua, tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas. Polri harus mampu memastikan profesionalitas setiap anggota dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum.
Manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta tingkatkan transparansi proses kerja dan perkuat akuntabilitas organisasi. Hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri.
Ketiga, perkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman. Ini adalah tantangan utama Polri di era digital. Kemajuan teknologi informasi senantiasa dibarengi dengan perkembangan karakteristik ancaman keamanan. Polri harus mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusianya agar mampu menghadapi ancaman keamanan yang bersifat multidimensional. Dengan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, menguasai teknologi, serta berorientasi pada pelayanan, Polri tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari berbagai ancaman dan kejahatan.
Keempat, tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis.Saya tegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang sangat dinamis, Polri harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Polri harus mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi, merespons peluang dan ancaman dengan cepat, serta beradaptasi dengan lingkungan. Polri harus mampu menjadi institusi kepolisian modern yang berbasis data, prediktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kelima, dan ini yang terpenting, penguatan legitimasi institusi Polri.Dalam negara demokrasi, legitimasi Polri tidak hanya dilihat dari keberhasilan Polri dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dari pengakuan dan kepercayaan publik terhadap Polri. Untuk itu, Polri harus mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat. Bangun budaya integritas organisasi. Perkuat komunikasi publik, respons cepat terhadap keluhan dan kritik masyarakat, serta manfaatkan media sebagai sarana untuk memperkuat reputasi Polri.
Para insan Bhayangkara yang saya banggakan, Perlu saudara-saudara pahami bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan merupakan komitmen institusi Polri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Perlu diingat bahwa tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum semata, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Untuk itu, Polri harus bertransformasi menuju institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif, serta menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri Polri.
Polri telah melewati berbagai cobaan, kritik, dan tuntutan perubahan. Setiap kali menghadapi tekanan, Polri selalu bangkit, berbenah, dan membuktikan dirinya. Itulah watak sejati sebuah institusi yang berakar pada nilai pengabdian. Semakin tinggi tingkat pengabdian yang dirasakan masyarakat, maka kepercayaan publik akan meningkat dan legitimasi Polri semakin kuat.
Dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, hal tersebut merupakan kado manis bagi institusi Polri, namun sekaligus menjadi tantangan bagi Polri untuk mampu menjawab ekspektasi publik terhadap Polri yang lebih baik.
Hal ini merupakan penegasan bahwa masyarakat dan negara percaya Polri mampu bertransformasi, mampu menjawab tantangan zaman, dan mampu berdiri tegak sebagai penjaga keadilan yang sesungguhnya.
Kepercayaan ini adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika semata. Kita berdiri hari ini di atas pundak sejarah yang panjang.
Sebelum mengakhiri amanat ini, sekali lagi saya ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Jadilah insan Bhayangkara sebagai panggilan tugas yang mulia, panggilan untuk menjadi anggota Polri yang lebih baik, lebih profesional, dan lebih bermanfaat.
Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju.
Usai mengikuti upacara, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan Bhayangkara, khususnya jajaran Polres Kediri Kota. Menurutnya, hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara TNI dan Polri merupakan modal utama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Kodim 0809/Kediri kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, semakin dicintai rakyat, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi TNI-Polri yang telah terjalin dengan baik akan terus kami perkuat demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Dandim.
Kebersamaan yang ditunjukkan seluruh unsur Forkopimda dalam upacara tersebut menjadi cerminan soliditas antar lembaga dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Dengan semangat kolaborasi, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan menjaga persatuan, memperkuat ketahanan wilayah, serta mewujudkan Kota Kediri yang aman, damai, dan sejahtera.(Hariono)






Posting Komentar