Panitia Tak Kompeten, Legalitas Ijin EJSMS Dipertanyakan
BONDOWOSO,LINTASDAERAHNEWS.COM – East Java Social Media Summit (EJSMS) yang diselenggarakan di Hotel Grand Padis Bondowoso pada tanggal 26 - 27 Fesember kemarin mendapat reaksi keras para konten kreator dari beberapa daerah, pasca acara para peserta menanyakan legalitas dari acara tersebut.
Jumlah peserta yang hadir tercatat 108 dari 150 peserta yang lolos registrasi. Banyak kendala peserta tidak hadir diantaranya hasil rapid test reaktif, ada juga yang memang sengaja tidak hadir karena legalitas ijin yang tidak ada.
Sebelumnya acara dijadwalkan 3 hari sampai tanggal 28 Desember namun dipangkas 2 hari dengan alasan tidak boleh mengadakan kerumunan di penghujung tahun 2020, akan tetapi masih dipaksakan oleh panitia lokal, sehingga susunan acara berantakan tak sesuai dengan rundown sebelumnya.
Acara sebelumnya tertulis akan dibuka oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Estianto Dardak, serta dihadiri oleh Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin ternyata tidak ada yang hadir, acara hanya dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso Bpk. Irwan Bachtiar Rahmat, SE. M.Si.
Dalam sambutannya pak wabup Irwan menyampaikan bahwa panitia tidak berkomunikasi dengan baik kepada Pemda Bondowoso, sehingga beberapa planing yang direncakan tidak disetujui dan tidak terealisasi, “panitia kalau bikin acara jangan dadakan, agar kami bisa support”, ujarnya.
Selain itu, panitia juga dianggap tidak beretika dengan menampilkan video Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) di tengah-tengah acara, keberadaan Gubernur Jateng melalui pesan video menimbulkan gejolak bagi peserta.
“Ini parah, acara ini sangat politis, bisa-bisanya menampilkan sosok yang bukan pemimpin kita”, ujar Rosit salah satu peserta EJSMS asal Probolinggo.
Kejanggalan lagi terjadi ketika panitia meminta hasil rapid test peserta, tetapi tidak menjalakan prokes, terbukti panitia mengijinkan atau memperbolehkan kepada pihak hotel untuk melebihi kapasitas kamar sampai 4 orang.
Dari pemerintah daerah bondowoso juga menyampaikan kekecewaan kepada panitia atas diadakannya acara ini tanpa konsep yang matang, pencatutan logo Ijen geopark di acara tanpa konfirmasi menambah kesan buruk panitia diberbagai kalangan. (LDNews)


Posting Komentar