kabardesa
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno S.E M.si (Han) mengajak seluruh personil turut serta berperan aktif dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkoba baik dilingkungan keluarga dan masyarakat.
Sebab narkoba merupakan salah satu musuh yang berbahaya bagi manusia yang dapat merusak generasi. Pesan itu disampaikan langsung oleh Dandim pada acara penyuluhan P4GN dari IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation) yang dilaksanakan di Aula Gedung Setyo Santoso Mako Kodim 0809 Kediri. Selasa (7/7).
Hari ini Kodim 0809 Kediri menggelar penyuluhan P4GN Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba yang diikuti oleh personil Kodim Kediri dengan narasumber dari IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation)
Hadir dalam kegiatan penyuluhan P4GN pada kesempatan tersebut, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno SE,Msi(Han), IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation) Jesicha Yeni Susanti,SH.MH, beserta Staf, dr Angga Dewantara S,Ked, Kasdim 0809 Kediri Mayor Czi Gatot Palwo Edi, Pasi Intel Kodim 0809 Kediri Kapten Inf Sutejo, Danramil jajaran Kodim 0809/Kediri dan BA/TA Kodim 0809/Kediri.
Dalam sambutannya Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyampaikan, " Bahwa saat ini negara kita sedang dalam pandemi Covid-19 ,dan narkoba menyasar pada genereasi muda saat ini, Kita sebagai TNI disini memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia kedepan dengan menjaganya , dan Ancaman yang serius saat ini adalah bahaya narkoba, Kalau kita semakin lemah maka akan semakin mudah diserang oleh bangsa lain melalui narkoba ini,"Tutur Dandim 0809 Kediri.
"Saya berharap dengan dilaksanakannya sosialisasi P4GN ini dapat menambah wawasan bagi para prajurit, sehingga mampu mendukung dan melindungi keluarga terlebih dahulu, dan untuk anak-anak agar tidak dapat langsung terhubung dengan pengedaran dan menggunakan jenis bantuan apa pun,"
Berilah pengertian dengan penjelasan yang tekun dan sabar kepada anak-anak tentang bahaya meminta Narkoba melalui komunikasi dan pembahasan yang efektif sejak dini.
Harapan saya tingkat pelanggaran di Kediri dapat ditekan semaksimal mungkin supaya aman bebas dari narkoba, dan Semoga Kediri menjadi darah maju berkembang lancar kedepanya,"Pungkasnya.
Sementara dalam sambutannya Ibu Jesica ,lmenerangkan" Ini adalah tugas kita semua , yang disampaikan hari ini kami berharap menjadi edukasi untuk disosialisasikan kembali kepada masyarakat Kediri.
Yang hadir di pagi ini agar mensosialisasikan kembali kepada masyarakat bahwa kita tidak hanya menumpas Narkoba saja,"Tuturnya.
Namun kita perlu juga ,sangat mendesak program penyelamatan dan rehabilitasi bagi pengguna (korban) narkoba yang ada, Untuk itu saya memohon kepada pimpinan di institusi dapat dipahami masyarakat melalui TNI AD yang hadir di sini,sebab Perkembangan kejahatan narkoba saat ini luar biasa,"terang Ibu Jesica.
dr Angga Dewantara S,Ked dalam sosialisasinya menjelaskan ," Bahwa Ganja sintetis adalah salah satu jenis narkoba yang paling banyak digunakan di Indonesia, dibandingkan dengan obat-obatan rekreasi jenis lain, efek ganja memang dianggap paling jinak dan memiliki risiko kesehatan paling kecil.
Efek ganja sintetis jauh lebih berbahaya dari pada lintingan ganja tradisional bahkan sudah terbukti mematikan, Bentuk tembakau Gorila sekilas mirip dengan ganja, namun ia miliki bentuk fisik yang berbeda.
Jika ganja berwarna agak kehijauan sedangkan tembakau gorila lebih berwarna cokelat dan kering,"terang dr Angga Dewantara.
Dan Haluzinogen adalah Zat alami dan sintentik yang menyebabkan hilangnya kontak dengan realitas,"Pungkasnya.
Reporter : Indah Merin. S
Editor. : Hariono
Dandim 0809 Kediri Ajak Prajurit Berperan Aktif Cegah dan Brantas Penyalahgunaan Narkoba
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno S.E M.si (Han) mengajak seluruh personil turut serta berperan aktif dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkoba baik dilingkungan keluarga dan masyarakat.
Sebab narkoba merupakan salah satu musuh yang berbahaya bagi manusia yang dapat merusak generasi. Pesan itu disampaikan langsung oleh Dandim pada acara penyuluhan P4GN dari IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation) yang dilaksanakan di Aula Gedung Setyo Santoso Mako Kodim 0809 Kediri. Selasa (7/7).
Hari ini Kodim 0809 Kediri menggelar penyuluhan P4GN Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba yang diikuti oleh personil Kodim Kediri dengan narasumber dari IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation)
Hadir dalam kegiatan penyuluhan P4GN pada kesempatan tersebut, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno SE,Msi(Han), IPWL Eklesia (Institusi penerima wajib lapor eklesia Kediri foundation) Jesicha Yeni Susanti,SH.MH, beserta Staf, dr Angga Dewantara S,Ked, Kasdim 0809 Kediri Mayor Czi Gatot Palwo Edi, Pasi Intel Kodim 0809 Kediri Kapten Inf Sutejo, Danramil jajaran Kodim 0809/Kediri dan BA/TA Kodim 0809/Kediri.
Dalam sambutannya Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyampaikan, " Bahwa saat ini negara kita sedang dalam pandemi Covid-19 ,dan narkoba menyasar pada genereasi muda saat ini, Kita sebagai TNI disini memberikan kontribusi kepada bangsa Indonesia kedepan dengan menjaganya , dan Ancaman yang serius saat ini adalah bahaya narkoba, Kalau kita semakin lemah maka akan semakin mudah diserang oleh bangsa lain melalui narkoba ini,"Tutur Dandim 0809 Kediri.
"Saya berharap dengan dilaksanakannya sosialisasi P4GN ini dapat menambah wawasan bagi para prajurit, sehingga mampu mendukung dan melindungi keluarga terlebih dahulu, dan untuk anak-anak agar tidak dapat langsung terhubung dengan pengedaran dan menggunakan jenis bantuan apa pun,"
Berilah pengertian dengan penjelasan yang tekun dan sabar kepada anak-anak tentang bahaya meminta Narkoba melalui komunikasi dan pembahasan yang efektif sejak dini.
Harapan saya tingkat pelanggaran di Kediri dapat ditekan semaksimal mungkin supaya aman bebas dari narkoba, dan Semoga Kediri menjadi darah maju berkembang lancar kedepanya,"Pungkasnya.
Sementara dalam sambutannya Ibu Jesica ,lmenerangkan" Ini adalah tugas kita semua , yang disampaikan hari ini kami berharap menjadi edukasi untuk disosialisasikan kembali kepada masyarakat Kediri.
Yang hadir di pagi ini agar mensosialisasikan kembali kepada masyarakat bahwa kita tidak hanya menumpas Narkoba saja,"Tuturnya.
Namun kita perlu juga ,sangat mendesak program penyelamatan dan rehabilitasi bagi pengguna (korban) narkoba yang ada, Untuk itu saya memohon kepada pimpinan di institusi dapat dipahami masyarakat melalui TNI AD yang hadir di sini,sebab Perkembangan kejahatan narkoba saat ini luar biasa,"terang Ibu Jesica.
dr Angga Dewantara S,Ked dalam sosialisasinya menjelaskan ," Bahwa Ganja sintetis adalah salah satu jenis narkoba yang paling banyak digunakan di Indonesia, dibandingkan dengan obat-obatan rekreasi jenis lain, efek ganja memang dianggap paling jinak dan memiliki risiko kesehatan paling kecil.
Efek ganja sintetis jauh lebih berbahaya dari pada lintingan ganja tradisional bahkan sudah terbukti mematikan, Bentuk tembakau Gorila sekilas mirip dengan ganja, namun ia miliki bentuk fisik yang berbeda.
Jika ganja berwarna agak kehijauan sedangkan tembakau gorila lebih berwarna cokelat dan kering,"terang dr Angga Dewantara.
Dan Haluzinogen adalah Zat alami dan sintentik yang menyebabkan hilangnya kontak dengan realitas,"Pungkasnya.
Reporter : Indah Merin. S
Editor. : Hariono
Via
kabardesa



Posting Komentar