Ribuan Warga di Kediri Gelar Tradisi Ritual Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud di Kawal Ketat Aparat Keamanan
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM – Warga di Kediri kembali menggelar kegiatan tradisi ritual Larung Sesaji yang dipusatkan di Kawah Gunung Kelud ,Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar ,Kabupaten Kediri ,Jawa Timur pada Minggu (28/6/2026) pagi.
Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan itu diikuti sekitar 1300 warga dari berbagai keyakinan dan tokoh adat. Acara larung sesaji ini juga di meriahkan dengan gebyar budaya seni kuda lumping manunggal laras, seni reog dan tarian sesaji dari sangfar tari giri keswara.
Hadir dalam kegiatan larung sesaji tersebut diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi, Danramil 0809/20 Ngancar Kodim Kediri Kapten Czi Roberto Hutabarat beserta Anggota, Plt Ngancar bapak Muto’in, Kapolsek Ngancar AKP Marjuki SH MH beserta Anggota, Pj Kepala Desa Sugihwaras Ibu Mariana beserta Perangkat Desa,Juru Kunci Gunung Kelud Mbah Kaselan, Sesepuh Desa Sugihwaras,Kepala Desa Se Kecamatan Ngancar,Kepala Perkebunan Sumber Sari Petung Bapak Iqbal, Kepala Perkebunan Margomulyo bapak Suroso, Mantri Perhutani Ngancar bapak Supri, Kepala UPTD Kecamatan Ngancar Dr Ikhwan, PPL Kecamatan Ngancar Bapak Wahyu, Seluruh Staf Kecamatan Ngancar , Para Kepala sekolah sewilayah Kecamatan Ngancar, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se wilayah Kecamatan Ngancar serta warga masyarakat se wilayah Kecamatan Ngancar.
Dalam sambutannya Plt Camat Ngancar Drs. Muthoin menyampaikan,”kegiatan ritual sesaji Gunung Kelud ini merupakan kegiatan tahunan yang merupakan kearifan lokal bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan warisan leluhur serta dalam upaya melestarikan Upacara Adat Gunung Kelud.
Kami sadar bahwa kami bisa hidup di Lereng Gunung Kelud ini merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sudah sepatutnya kami mensyukurinya dengan cara dan upaya kami.
Kegiatan Ritual Sesaji Gunung Kelud yang merupakan Hajat Masyarakat atau Warga Kecamatan Ngancar merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan Bulan Suro.
Selain itu Ritual Sesaji merupakan rasa syukur kami Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan nikmat, keberkahan hasil bumi dan hasil usaha kami yang tidak lepas dari takdirNya kepada kami di sekitaran Gunung Kelud.
Ritual Sesaji merupakan semangat gotong-royong yang sangat luar biasa, persatuan, kebersamaan warga dalam memaknai Gunung Kelud sebagai bagian dari kehidupan Masyarakat Kabupaten Kediri.
Saya sampaikan terimakasih kepada semua Warga Lereng Gunung Kelud yang telah ikut andil dalam kegiatan hari ini karena tanpa dukungan dari semua pihak acara ini tidak mungkin terselenggara,”pungkasnya.
Danramil 0809/20 Ngancar Kapten Czi Roberto Hutabarat yang berada di lokasi kegiatan bersama Forkopimcam sangat mendukung pelestarian budaya tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk itu, pihaknya juga mengerahkan bantuan personil dari Koramil bersama - sama dengan Kepolisian untuk mengamankan rangkaian acara ritual dari awal hingga akhir.
Tradisi Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud adalah upacara adat yang dilakukan masyarakat sekitar lereng Gunung Kelud sebagai wujud syukur dan permohonan keselamatan, khususnya saat bulan Suro dalam kalender Jawa. Upacara ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada penguasa Gunung Kelud,” ucap Danramil.
Lebih lanjut Kapten Czi Roberto menjelaskan, Bahwa dalam kegiatan itu, Masyarakat melarungkan sesaji berupa tumpeng nasi, lauk pauk, dan hasil bumi ke kawah Gunung Kelud. Dengan tujuan Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan rezeki yang diberikan. Memohon keselamatan dan perlindungan dari segala bahaya, termasuk letusan gunung,” tuturnya.
Selain itu, tradisi Larung sesaji bagian dari menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar Gunung Kelud. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga hubungan baik dengan alam dan leluhur.
Upacara ini juga mengajarkan nilai – nilai seperti kerja keras, kebersamaan, dan gotong royong dan menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Kelud.
Tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang sakral. Tradisi ini juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar, terutama melalui sektor pariwisata. Larung Sesaji memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat di sekitar Gunung Kelud,” pungkas Danramil.(Hariono)





Posting Komentar