Kesenian Bisa Menjadi Solusi dari Sebuah Persimpangan Karsa : Kreatif Rasa dan Seni Nusantara
SIDOARJO,LINTASDAERAHNEWS.COM - Karsa (Kreatif Rasa dan Seni Nusantara) merupakan program yang diusung oleh mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2024 sebagai luaran tugas akhir semester dari mata kuliah Strategi dan Pelibatan Komunitas. Melalui kegiatan ini mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur bekerjasama dengan Praktisi Seni yakni Komunitas Tari Omah Nduwur sebagai fasilitator, dan Pemerintah serta masyarakat Desa Pepelegi sebagai peserta atau kolaborator dalam kegiatan ini.
Kolaborasi ini merupakan bentuk yang diharapkan dari mata kuliah ini karena tujuan akhir dari pembelajaran di ruang-ruang kelas adalah dengan mengaplikasikan teori-teori yang didapat di tengah masyarakat agar berdampak pada kehidupan yang sesungguhnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Balai Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan menyasar anak-anak, remaja dan ibu-ibu di desa Pepelegi.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 sejak pukul 09.00-11.30 WIB dengan menghadirkan 30 peserta yang berkontribusi dalam kegiatan ini. Program ini berada dalam pengawasan dosen pengampu mata kuliah Strategi dan Pelibatan Imunitas yakni Fadhilah Permata Nira, M.A, Walda Okvi Juliana Ningsih, M.A. dan Helga Yohana Simatupang, M.A yang kemudian berkolaborasi dengan kelas B Strategi Pelibatan Komunitas yang diketuai oleh Faradisa Nur Aini.
Kegiatan KARSA ini berhasil terselenggara dengan baik dan selesai tepat waktu. Peserta yang terlibat juga sangat antusias selama mendengarkan materi tentang kesenian dalam hal ini yaitu seni tari Remo yang disampaikan oleh Abdul Semut atau yang akrab disapa dengan panggilan Kang Semut selaku pimpinan dari Sanggar Omah Nduwur. Kegiatan bertambah ramai karena materi yang disampaikan oleh Kang Semut dibantu simulasinya oleh para penari Sanggar Omah Nduwur. Pihak fasilitator dari Omah Nduwur mampu mengemas penjelasan secara praktis dan mengundang rasa penasaran dari para peserta. Hal ini kemudian membuat para peserta menjadi antusias dan turut serta dalam praktik melakukan tarian remo.
Melalui kegiatan ini panitia, fasilitator, peserta, dan dosen menunjukkan adanya kolaborasi yang signifikan antara semua pihak. Demi mewujudkan kondisi dan kualitas manusia yang lebih baik maka dibutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antar semua pihak. Meskipun kegiatan ini hanya merupakan luaran akhir dari sebuah mata kuliah namun kegiatan ini merupakan wujud pengabdian yang bisa diberikan oleh pendidikan tinggi dalam kehidupan masyarakat secara nyata.
Pemberian bantuan secara tepat sasaran, pemberian solusi yang konkrit, dan pemberian dukungan dari seluruh pihak yang terkait adalah contoh nyata dari baiknya persiapan kegiatan dan keberlangsungan kegiatan. Hal ini seharusnya memberikan gambaran yang baik bagi pemangku kebijakan yang punya power lebih besar.
Melalui kegiatan ini harapannya bukan saja peserta yang kemudian mendapatkan edukasi secara baik namun juga sebagai titik awal bagi kolaborasi mendatang secara lebih baik dan holistik. Berbeda dengan kelas lainnya, Kelas B Strategi dan Pelibatan Imunitas ini menjadikan kesenian sebagai jembatan antara dunia kampus dan masyarakat. Hal ini diupayakan sebagai langkah dalam menghapus citra kampus sebagai menara gading yang tinggi dan dingin serta terkesan jauh dari masyarakat menjadi citra yang hangat dan hadir dalam memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Berangkat dari filosofi tarian remo yang melambangkan sikap semangat, berani, dan bentuk identitas budaya masyarakat harapannya mahasiswa mampu untuk terus bersemangat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai agent of change. Terus berani dalam melawan ketidakadilan, dan teguh dalam mempertahankan identitas sebagai pihak yang hadir dengan adab dan ilmu untuk menolong masyarakat. Ini yang kemudian menjadi salah satu tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini melalui bentuk-bentuk resistensi yang diadopsi secara langsung melalui kolaborasi kampus dan masyarakat.
Penulis : Fadhilah Permata Nira
Editor. : Hariono


Posting Komentar