Perum Bulog Kanwil Jatim Serap Lebih 700 Ribu Ton Setara Beras Hingga 14 Mei 2026
SURABAYA, Lintasdaerahnews. com ~ ||Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Jawa Timur mencatatkan capaian luar biasa dalam penyerapan gabah dan beras petani. Per tanggal 14 Mei 2026, total penyerapan yang dilakukan telah menembus angka lebih dari 700 ribu ton setara beras, atau setara dengan sekitar 1,3 juta ton gabah kering panen (GKP), melampaui capaian periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya secara signifikan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, menjelaskan bahwa lonjakan tajam ini didorong oleh panen raya yang sangat melimpah di hampir seluruh wilayah Jawa Timur, ditambah dukungan kebijakan pembelian sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan jangkauan titik penampungan yang diperluas hingga ke tingkat desa.
“Angka 700 ribu ton setara beras ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pengadaan kami. Ini bukti nyata keberhasilan kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI-Polri, dan tentunya para petani yang bekerja keras. Kami pastikan seluruh hasil panen diserap agar harga di tingkat petani tetap terjaga dan tidak merugi,” ujar Langgeng di Surabaya, Kamis (14/5/2026).
Jumlah tersebut merupakan akumulasi pengadaan yang terus meningkat sejak awal tahun. Pada akhir Februari lalu saja, angka penyerapan sudah mencapai 200 ribu ton, dan terus bertambah rata-rata 7.000–8.000 ton setiap harinya saat puncak panen berlangsung di bulan April hingga Mei ini.
Karena volume yang sangat besar tersebut, kapasitas pergudangan Bulog Jatim kini hampir terisi penuh. Pihaknya telah menyewa 223 unit gudang tambahan yang tersebar di 190 lokasi untuk menampung stok, dengan kapasitas total tambahan sekitar 650 ribu ton, dan saat ini sudah terisi hampir 80 persen.
Dengan stok yang dikuasai mencapai lebih dari 1,3 juta ton beras saat ini, Bulog memastikan kebutuhan pangan di Jawa Timur aman hingga lebih dari 12 bulan ke depan. Sebagian stok juga disiapkan untuk dikirim ke provinsi lain yang membutuhkan, guna menjaga kestabilan pasokan dan harga beras di tingkat nasional.
“Kami tidak berhenti di sini. Selama panen masih berlangsung dan hasil masih melimpah, kami akan terus menyerap. Gudang akan kami tambah lagi jika perlu. Tujuan utama kami adalah menjamin kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat,” tambah Langgeng.
Hingga saat ini, penyaluran beras untuk kebutuhan masyarakat maupun program bantuan sosial juga berjalan lancar, tanpa ada kendala ketersediaan di pasaran.
( Krm )

Posting Komentar