Petani Nanas di Wilayah Manggis Ngancar Mulai Khawatir dan Cemas, Lahan yang di Kelola Puluhan Tahun Terdampak Galian
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Aktifitas penambangan pasir yang berada di kawasan perbatasan Blitar - Kabupaten Kediri kembali menuai sorotan publik. Aktivitas galian yang dikelola oleh perusahaan yang belum diketahui namanya ini diduga melakukan aktivitas tambang di kawasan aliran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perhutani kini menjadi perbincangan masyarakat khususnya petani. apakah pasca penambangan dilakukan reklamasi atau justru terbengkalai.
Namun sejauh ini , pengerukan lahan galian pasir terus berlangsung selama 24 jam membuat petani yang berada di wilayah perbatasan Kediri khawatir. Lahan yang sudah di kelola puluhan tahun ini bakal terkena dampak longsor.
Hal ini dikeluhkan oleh beberapa warga Margorejo Desa Manggis Kecamatan Ngancar sebagai petani nanas yang berbatasan dengan lokasi tambang. Ia mengaku sudah puluhan tahun menggarap lahan untuk ditanami nanas. Lahan ini memang di berikan oleh pemerintah atau dinas terkait untuk dikelola masyarakat sebagai bentuk ketahanan pangan di wilayah lereng Kelud.
Saya khawatir, jika terus dikeruk sedemikian itu dapat menyebabkan longsor pada lahan kami, kalau radius jarak nya tidak terlalu dekat dengan lahan kami nggak masalah. namun faktanya aktivitas galian cukup dalam dan terlalu mepet. saya khawatir lahan nanas yang kami kelola terkena dampak longsor, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini,”ungkap petani Margorejo yang tidak mau disebutkan namanya.
Saya berharap tidak sampai terjadi longsor pada lahan kami. Dan kamipun juga tidak mau menjualnya ke penambang,”ucapnya.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh petani lainnya. Meski belum terdampak longsor, jarak antara lahan yang ia kelola dengan aktifitas tambang cukup membuat was was. Kami sebagai petani kecil harus mengadu kepada siapa dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi longsor.
Saya memohon kepada pejabat dan pemangku wilayah dan dinas terkait untuk turun langsung ke lokasi melihat dan mendengar keluhan kami,”ucapnya kepada awak media.
Sementara itu, Dari pantauan tim media di lokasi tersebut, aktivitas galian pasir tersebar di beberapa lokasi yang diduga berada di wilayah BBWS dan Perhutani dengan penggalian dan pengerukan cukup dalam . Ada beberapa alat berat seperti ekskavator didalam nya yang sedang beroperasi. Meski armadanya saat mengangkut matrial tidak masuk wilayah Desa Manggis namun keberadaan aktivitas tambang berbatasan dengan lahan yang digarap petani di Dusun Margorejo, Desa Manggis.
Menurut informasi yang tersebar, lokasi penambangan pasir itu masuk wilayah Desa Sumbersari Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Jarak antara galian dengan penggarap lahan nanas di Margorejo Desa Manggis dinilai cukup dekat sekali yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Sementara dari para pengamat, jika lahan yang digali sudah mendapatkan izin , ketentuan dampak dan realisasi pasca tambang sudah jelas. Aktivitas galian ini dilaksanakan dalam rangka normalisasi aliran lahar Gunung Kelud, Pasca tambang akan dilakukan reklamasi.
![]() |
| Kondisi Lahan Pasca Reklamasi. |
![]() |
| Kondisi Lahan yang beralih fungsi menjadi kubangan air |
![]() |
| Kondisi Lahan Pasca Reklamasi |
Namun faktanya, beberapa lokasi yang sudah pernah ditambang sebagian menjadi danau tak bisa ditanami dan sebagian ada yang terbengkalai.
Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Desa Manggis Bapak Katiran belum dapat dikonfirmasi. Tim media berusaha ingin mendapatkan jawaban terkait galian pasir yang berdekatan dengan wilayahnya. Langkah apa yang akan dilakukan jika lahan nanas yang dikelola warganya terkena dampak longsor.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan perhatian kepada petani nanas di wilayah Kecamatan Ngancar. Buah nanas asal Ngancar Kediri ini mampu di ekspor ke negara Oman dan Jeddah. Wilayah Ngancar juga dikenal sebagai sentra pertumbuhan buah nanas yang subur. Namun dengan adanya aktivitas tambang pasir yang beroperasi tersebut bagaimana langkah pemerintah membatu petani nanas yang terkena dampak??.(Hariono)






Posting Komentar