Mahasiswa Komunikasi Gelar Program “Pohon Persatuan” untuk Tanamkan Nasionalisme pada Siswa SDN Medokan Ayu
SURABAYA,LINTASDAERAHNEWS.COM - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur kembali menggaungkan pentingnya nasionalisme sejak dini melalui program “Pohon Persatuan”, bagian dari praktik mata kuliah Komunikasi Sosial Pembangunan yang diampu oleh Adhara Suwanta, M.A. dan Ambar Alimatur, M.A.
Pada 21 November 2025, Abiyan Paundranagara, Agastya Reza P., Ananda Diyan P., Alex Immanuel, Arya Bagus, Deygha Athaya Pratama, Nur Rohmad Romdhoni, dan Viky Wahyu melaksanakan program tersebut di kelas 3 SDN Medokan Ayu, Surabaya, bekerja sama dengan Komunitas Generasi Abdi Surabaya (GAS). Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan nasionalisme, nilai Pancasila, semangat bela negara, dan sikap saling menghormati dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami anak-anak.
Sasaran kelas 3 dipilih karena anak usia 8–9 tahun dinilai berada pada tahap ideal untuk memahami konsep dasar tentang kebangsaan, kebersamaan, dan identitas diri. Pada usia ini, kemampuan kognitif dan sosial mereka mulai berkembang sehingga penanaman nilai nasionalisme dapat dilakukan lebih efektif sebelum memasuki fase pembentukan identitas yang lebih kompleks. Pihak sekolah pun mendukung penuh program ini karena sejalan dengan kurikulum pendidikan karakter.
“Harapannya agar adik-adik di SD Medokan Ayu ini memahami rasa nasionalisme dan menjadi penerus bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila” ujar Agastya selaku ketua kelompok program ini.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan rasa nasionalisme menggunakan bahasa sederhana dan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, seperti berbagi, menghormati guru, menjaga kebersihan, hingga bermain tanpa membeda-bedakan teman.
Mahasiswa juga memberikan pengantar bela negara yang ditekankan melalui tindakan kecil seperti disiplin dan saling membantu. Relawan Komunitas GAS turut menambah wawasan anak-anak tentang pentingnya karakter dan peran mereka sebagai generasi penerus.
Untuk memperkuat empati, mahasiswa memutar video anti-bullying dari Kemdikbud. Anak-anak tampak antusias dan responsif terhadap video yang ditampilkan. Setelah menonton, mereka diajak berdiskusi ringan untuk memahami mengapa sikap saling melindungi dan menghargai merupakan bagian penting dari persatuan.
Sebagai penutup, setiap siswa menuliskan satu janji kebaikan pada sticky notes dan menempelkannya pada “Pohon Persatuan” yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Janji-janji sederhana seperti “tidak mengejek teman” atau “membantu teman yang kesulitan” membentuk visual pohon yang penuh harapan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah sederhana bagi peserta paling antusias. Guru kelas dan para dosen pengampu mengapresiasi keberhasilan program ini, yang dinilai efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan melalui metode kreatif dan partisipatif. Secara keseluruhan, “Pohon Persatuan” berhasil mencapai tujuannya: membangun semangat persatuan dan nasionalisme pada anak-anak sejak dini.
Penulis : Adhara Suwanta
Editor. : Hariono



Posting Komentar