Keberadaan Waralaba Di Desa Penusupan Datangkan Berkah Bagi Warga
TEGAL, Lintasdaerahnews . com ~ ||Keberadaan Swalayan Alfamart di Desa Penusupan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menjadi berkah tersendiri bagi warga desa setempat. Karena belasan warganya bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja sebagai pekerja Bongkar Muat (BM) dengan upah yang memuaskan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Penusupan, Guntur Zagiat Yudiansyah.
Meskipun ada desas desus terkait adanya pemotongan 50 persen upah pekerja bongkar muat barang di gudang . Menanggapi hal itu Guntur mengatakan hal tersebut cuma isu semata
"Desas desus pemotongan upah pekerja BM Gudang 50 persen itu tidak benar, karena disitu ada kepengurusan. Jadi tidak relevan adanya kabar desas desus yang sudah beredar," ujar Guntur kepada awak media. Minggu (8/12/2024).
Menurutnya untuk pemotongan yang 50 persen itu sudah ada kesepakatan dari awal yang sudah disepakati bersama antara pekerja paguyuban bongkar muat dengan pengurus. Awal pertamakali ada pertemuan untuk kesepakatan upah pekerja pihaknya tidak ikut dalam pertemuan, namun ia sudah mempercayakan kepada pengurus paguyuban lainnya sebagai perwakilan.
"Masa iya saya tega memotong apalagi mendapatkan upah pekerja sampai 50 persen, kabar itu tidak benar karena disitu ada kepengurusan. Jadi mengenai pemotongan yang 50 persen itu bukan Kepala Desa yang melakukan, tapi karena sudah ada kesepakatan bersama dari awal antara paguyuban bongkar muat dengan pengurus," jelas Guntur.
Lebih lanjut Guntur mengatakan, jumlah pekerja BM ada 18 orang. Dan potongan yang 50 persen itu untuk upah membayar karyawan yang mencatat keluar masuknya barang. Dan selain itu digunakan juga untuk berbagai kegiatan didesa, seperti khitanan massal, pembangunan mushola, kegiatan agustusan dan giat sosial lainnya yang nantinya juga bermanfaat untuk warga Desa Penusupan sendiri," kata Guntur
"Harapannya kedepan, agar semua pihak mengikuti kesepakatan yang sudah menjadi keputusan bersama. Adapun jika ada masukan maupun kritikan sebaiknya ditempuh dengan cara yang ideal yakni musyawarah untuk mufakat," ujarnya.
( Red )

Posting Komentar