Penuh Keakraban, Kades Ranggeh Bersama Anggota BUMDes Dewa Rama Ngopi Bareng
PASURUAN, Lintasdaerahnews. com ~ ||suasana hangat terasa di Desa Ranggeh ketika Kepala Desa (Kades) Taufik Hidayat bersama anggota BUMDes Dewa Rama berkumpul untuk sesi ngopi bareng. Acara ini bertujuan untuk membangun sinergi dan semangat dalam mengembangkan potensi desa untuk kesejahteraan bersama.
Ngopi bareng ini dilaksanakan di warung kopi dilokasi BUMDes Dewa Rama, Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/7/23), dengan suasana alam pedesaan yang asri sebagai latar belakang. Seluruh anggota BUMDes Dewa Rama tampak ceria dan penuh semangat dalam berdiskusi tentang rencana pembangunan desa.
Dalam sesi ngopi tersebut, Kades Taufik Hidayat menyampaikan visi dan misi terbarunya untuk Desa Ranggeh. Ia menggarisbawahi pentingnya memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki desa untuk meningkatkan perekonomian warga dan memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat. Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
"Saya sangat berharap, dengan semangat gotong-royong dan dukungan dari seluruh anggota BUMDes Dewa Rama, kita dapat mengangkat Desa Ranggeh menjadi tujuan wisata yang menarik. Kami memiliki potensi alam yang belum tergarap sepenuhnya, dan ini bisa menjadi potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi desa kita," kata Kades Taufik.
Dengan semangat gotong-royong yang kental dan komitmen untuk menghidupkan potensi lokal, Desa Ranggeh percaya diri dalam menghadapi tantangan pembangunan. Harapan besar terpancar dari wajah setiap individu yang hadir di acara ngopi bareng ini.
Kades Taufik Hidayat menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan dijadikan agenda rutin, sehingga sinergi antara pemerintah desa dan BUMDes Dewa Rama semakin kuat. Seluruh warga pun diajak untuk turut berperan aktif dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera.
Dengan penuh semangat dan keyakinan, Desa Ranggeh melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, di mana potensi lokal dihargai dan kearifan lokal tetap menjadi kekayaan tak ternilai bagi perkembangan desa.
( Krm )

Posting Komentar