Pertengahan Bulan Ramadhan, Komoditas di Pasar Badas Kabupaten Kediri Masil Stabil
![]() |
| Pemandangan Pasar Desa/Kecamatan Badas Kabupaten Kediri/Istimewa : Nasrul. |
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Menginjak pertengahan bulan puasa Ramadhan 1444 H serta mendekati datangnya hari raya idul Fitri, beberapa Komoditas pasaran di wilayah Kabupaten Kediri masih menginjak harga normal.
Beda halnya dengan sejumlah komoditas pokok seperti beras, telur, cabai juga memperlihatkan kecenderungan harga turun. Hal itu berdasarkan pantauan Satgas Pangan Kabupaten Kediri di 2 titik selama dua hari terakhir.
Pada Selasa (04/04/2023) pantauan dilakukan di Pasar Pamenang Pare dan sejumlah penggilingan di sekitarnya. Sementara pada Rabu (05/05/2023) pantauan dilakukan di Pasar Ngadiluwih dan toko beras di sekitarnya.
Seperti halnya Pasar Badas yang bertempat di bagian Utara Kabupaten Kediri, saat dilakukan pemantauan oleh tim media lintasdaerahnews.com saat ini masih terkategorikan standard.
Kepala Pengelola Pasar Badas, Usman mengatakan harga beras pasaran berkisar antara Rp.10-15 ribu, minyak goreng curah Rp.14-15 ribu, dan telur mencapai Rp.24-26 ribu perkilogramnya.
"Untuk minyak goreng stok masih aman, harga juga terpantau stabil, namun yang melonjak adalah kacang sambal, tiap hari naiknya 1000-2000 Rupiah,"Ucapnya saat ditemui di kantor, Sabtu (09/04/2023).
Sampai di pertengahan Ramadan ini daya beli masyarakat cenderung stabil dan permintaan atas komoditas pangan utama juga tidak terlalu tinggi.
"Harga juga stabil dan cenderung turun dibandingkan dengan tahun lalu (2022)," jelasnya.
Hal senada turut diungkapkan salah satu pedagang beras di pasar Badas yang bernama Eko Prambudi setiono. Menurutnya permintaan beras lebih stabil dibanding dengan sebelum awal Ramadan yang mengalami peningkatan.
"Sebelum puasa ramai tapi sekarang biasa. Tapi ya enggak tahu kalau nanti mendekati 10 hari terakhir ramadan," ujarnya.
Di tokonya, Eko menyiapkan kurang lebih ada beberapa macam merk beras hingga 5 ton, dan juga minyak goreng dengan stok sampai 5 kwintal.
"Biasanya paling minim di toko itu habis 1 sampai 3 kwintal untuk minyak goreng dan beras 2 hingga 4 ton perharinya," ungkap Eko.
Menanggapi hal tersebut, secara terpisah Nur Said,SE. selaku Kepala Desa berharap kedepannya seluruh HET (harga ecer tertinggi) bahan pokok di pasaran tidak ada kenaikan. Meskipun mengalami kenaikan, hal itu tidak menjadi beban kepada keluarga yang kurang mampu.
"Pasar Desa memiliki peran yang vital dalam rangka meningkatkan kemajuan dan kemandirian masyarakat Desa. Kemajuan Perdagangan dalam Pasar Desa turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat Desa. Situasi transaksi perdagangan berbagai komoditas hasil produksi perdesaan mencerminkan potensi putaran uang di Desa itu sendiri. Makanya, semoga seluruh harga bahan pokok menjelang hari raya idul Fitri nanti tidak ada gejolakan harga," Harap Nur Said, SE.
Menurut Arbai, salah satu anggota Satgas Pangan Kabupaten Kediri saat dikonfirmasi mengatakan di tempat penggilingan beras, para produsen masih belum berani menyiapkan stok yang lebih banyak untuk mengantisipasi gejolak harga.
Saat ini produsen beras di penggilingan hanya menggiling dan menyiapkan untuk market mereka yang telah terbentuk.
"Untuk mengantisipasi gejolak harga," pungkas Arbai. (Nasrul)



Posting Komentar