Forkopimcam Ngasem Bentuk FKPS, Jalin Sinergi Bersama Antar Perguruan Pencak Silat
![]() |
| Muspika Ngasem menyaksikan masing-masing perwakilan dari perguruan pencak silat menandatangani kesepakatan/Istimewa : Wanwil /04 Ngasem. |
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Upaya Pemerintah melalui jajaran tingkat Kecamatan dalam mengatasi gesekan-gesekan yang terjadi antar perguruan pencak silat yang akhir-akhir ini sering membuat gaduh masyarakat akhirnya menuai jalan dengan mendirikannya FKPS.
Hari ini bertempat di Pendopo Kecamatan Ngasem, Muspika sepakat untuk bersosialisasi serta melakukan pembinaan dalam pembentukan Forum Kerukunan Antar Perguruan Silat (FKPS) se Kecamatan Ngasem, Kamis (26/01/2023).
Dikonfirmasi melalui Komandan Rayon Militer 0809/04 Ngasem, Kapten Inf Wiwied Yani Wahyudi menyebut terbentuknya FKPS ini guna mempererat tali silaturahmi antar perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Ngasem.
"Biasanya gesekan antar perguruan terjadi lantaran adanya gesekan karena kurang pahamnya individu tentang silat secara menyeluruh, mungkin karena latar belakang pendidikan, lingkungan dan kebersamaan berimbas psikologi massa yg merasa kuat saat bersama-sama atau jiwa korsa yang salah ataupun sebab yang lainnya. Maka dari itu terbentuklah FKPS di Kecamatan Ngasem ini," Beber Danramil.
Dalam kesempatannya melakukan sosialisasi tersebut, Danramil juga mendorong kepada seluruh perguruan pencak silat yang ada di Ngasem untuk melakukan perjanjian agar tetap bisa menjaga keamanan, ketertiban dan Kekondusifan di wilayah.
"Seluruh perguruan, baik pengurus maupun anggota harus membuat SOP (Standard Operating Procedure/Prosedur Operasi Standar) yang bertanggung jawab, membuat kerusakan atas segala fasilitas dari antar perguruan silat dan harus selalu bersinergi dalam satu wadah yang ada (IPSI / ikatan pencak silat Indonesia)," Ungkap Kapten Wiwied.
Di akhir katanya, Komandan Rayon Militer /04 Ngasem ini juga mengingatkan sekaligus memotivasi seluruh perwakilan dari masing perguruan pencak silat yang ada di Kecamatan Ngasem untuk tidak mudah dan percaya atas sumber-sumber informasi yang mengandung unsur Sara.
"Ingat Strategi perang modern, yakni adu domba, pecah belahlah yang menyebabkan disintegrasi bangsa dan yang menang pasti pihak ke 3, jangan mudah terbakar berita yg merugikan, biar masalah ditempat lain diatasi wilayah setempat. Selalu pererat silaturahmi dan sinergitas agar bisa mencapai makna daripada terbentuknya budaya Pencak Silat," Tandas Danramil 0809/04 Ngasem. (Nasrul)



Posting Komentar