Edukasi Budikdamber Menjadi Kesan Baru Bagi Masyarakat RW 4 di Kelurahan Tegalsari Surabaya
![]() |
| Penyuluhan Budikdamber di RW 4, Kelurahan Tegalsari oleh Kelompok 52 KKNT-MBKM UPNJT (dokpri) |
SURABAYA, LINTASDAERAHNEWS.COM - Pada Kamis (31/3/2022) telah dilaksanakan salah satu program kerja dari KKN Kelompok 52, yaitu penyuluhan budidaya ikan lele bertempat di RW 4, Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya. pada pukul 09.00 - 11.00 WIB.
Penyuluhan ini dihadiri oleh Bapak Lurah Kelurahan Tegalsari dan perwakilan tiap RT di RW 4 Kelurahan Tegalsari.Latar belakang diadakannya sosialisasi di RW 4 Kelurahan Tegalsari ini didasarkan kepada potensi dari RW 4 Kelurahan Tegalsari untuk menjadi daerah budidaya ikan lele. Selain itu, banyaknya permintaan pasar untuk ikan lele.
Penyuluhan kali ini mengundang Bapak Michael sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai dasar-dasar dalam memulai budidaya lele dengan fokus utama teknik Budikdamber.
Budikdamber adalah nama lain dari budidaya ikan dalam ember ,kegiatan ini juga bisa dikatakan membudidayakan ikan dan sayuran dalam satu wadah atau ember. Dalam penjelasan Bapak Michael, budidaya ikan lele dapat dilakukan meski hanya menggunakan media berupa bak atau ember air. Pemilihan penggunaan ember dalam budidaya ini didorong oleh keadaan pemukiman yang padat penduduk dan kurangnya lahan kosong.
Selain pemilihan media, hal lain yang tidak kalah penting yaitu pemilihan benih lele. “ Benih lele yang paling laku di pasaran yaitu jenis lele sangkuriang dan lele mutiara karena kedua jenis lele tersebut memiliki daging yang melimpah dibanding jenis yang lainnya.” Ucap Bapak Michael selaku narasumber.
![]() |
| Foto : Persiapan air dalam budidaya ikan lele (dokpri) |
Proses budidaya lele dalam ember dimulai dengan persiapan air sebagai media utama ikan untuk hidup. Persiapan air dilakukan sehari sebelum penebaran benih lele agar bakteri molase dalam air menjadi aktif sehingga air dalam kualitas terbaik. Hal lain yang perlu dipersiapkan yaitu pakan.
Pemberian pakan pada lele dilakukan setiap dua kali sehari / setiap delapan jam sekali.Dalam minggu pertama budidaya lele dilakukan kegiatan sortir karena pada saat itu lele berkembang cukup pesat. Kegiatan sortir ini berguna untuk mencegah kanibalisme di antara lele Selama proses pembesaran benih lele, pergantian air akan dilakukan setiap dua minggu sekali untuk menghindari air menjadi keruh dan bau.
“Dalam pembudidayaan ikan lele terdapat peluang dan tantangan, peluang dalam budidaya lele dapat menjadi terobosan baru dengan membuat suatu olahan lele seperti lele goreng, lele frozen, baby lele crispy, dll. Dengan dijadikannya lele menjadi suatu olahan dapat membuat harga jual lele menjadi meningkat.” Ucap ketua Kelompok 52 Ahmad Fiqri Mustofa Nur.
![]() |
Foto : Sesi diskusi peluang dan tantangan budidaya lele (dokpri) |
Mengingat permintaan ikan lele di pasaran yang tinggi, usaha budidaya ikan lele dapat menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan memulai bisnis ikan lele tidak membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, banyak sekali potensi dari ikan lele yang dapat dikembangkan. Dengan adanya penyuluhan mengenai budidaya ikan lele ini akan sangat berpengaruh bagi para warga, khususnya RW 4 Kelurahan Tegalsari mampu menerapkan pengetahuan yang didapatkan. Selain itu, diadakannya penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi edukasi yang dapat dikembangkan sebagai strategi perekonomian masyarakat di daerah RW 4 Kelurahan Tegalsari, sehingga dapat mengembangkan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, "ujar Ahmad Fiqri Mustofa Nur, Ketua kelompok 52 KKNT-MBKM UPNVJT.
Penulis. :Kelompok 52 KKNT-MBKM UPNVJT
Editor. : Hariono




Posting Komentar