Peringati Hari Air Dunia Ke-30, Pemkot Kediri Tanam Ratusan Bibit Pohon
![]() |
| Pemkot Kediri Peringati Hari Air se Dunia ke-30 Dengan Menanam Ratusan Bibit Pohon. (jurnalis/nasrul) |
KEDIRI KOTA,LINTASDAERAHNEWS.COM-Menjaga Kelestarian persediaan air, Pemerintah dan warga Peringati hari air sedunia di Sumber Jiput Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kota Kota Kediri, Rabu (30/3/2022). Dalam kegiatan itu, sebanyak 350 bibit pohon ditanam di 30 sumber mata air.
Dalam peringatan hari air tersebut digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia dengan titik pusat kegiatan berada di waduk Randugunting yang berlokasi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sedangakan, di Kota Kediri peringatan dilakukan di Sumber Jiput, yang dihadiri Sekertaris Daerah (Sekda), Bagus Alit dan di dampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Endang Kartika Sari, Serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Anang Kurniawan.
Sekertaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit mengatakan, dalam peringatan hari air ini sekitar 350 bibit pohon akan ditanam di 30 sumber yang ada di Kota Kediri. Selain itu, normalisasi aliran sungai juga dilakukan. Dia berharap, kegiatan tersebut akan membangun kesadaran masyarakat agar tetep menjaga kelestarian sumber mata air. Sehingga, ketersediaan air di Kota Kediri masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Untuk jenis bibit yang akan ditanam yaitu 50 trembesi, 50 alpukat, 250 sukun, Sementara itu untuk normalisasi sungai yang sering meluap dan berpotensi banjir di Kota Kediri, seperti di Kali Tarung, Kali Kedak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Endang Kartika Sari menambahkan, ada beberapa sumber mata air yang sudah mulai berkurang karena jumlah pohonnya yang semakin sedikit. Oleh karena itu, pada tahun ini pihanya akan melakukan penanaman pohon dibeberapa sumber. Selain itu, normalisasi sungai dan sumber yang mulai mengecil mata airnya.
"Normalisasi sungai diperlukan, Kita lakukan Penanaman pohon di Sumber yang ada di Gayam, Klotok dan Bujel, tahun ini akan kita juga lakukan pengerukan di sumber sudah mengalami penyempitan akibat lumpur," ujarnya.
Jurnalis : Nasrul
Editor. : Hariono



Posting Komentar