Antisipasi Banjir, Kades Kedungbako Bersama Perangkat Dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi
PASURUAN, LINTASDAERAHNEWS. COM ~ ||Salah satu kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat desa adalah kerja bakti.
Kegiatan ini biasanya dilakukan masyarakat sekitar secara bersama - sama, dengan tujuan melakukan kegiatan tertentu salah satunya adalah kerja bakti bertujuan untuk membangun infrastruktur atau membersihkan lingkungan sekitar yang dilaksanakan secara gotong - royong, seperti halnya saat ini yang dilakukan di Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jum'at pagi (3/12/21).
Di Desa Kedungbako khususnya kerja bakti masih sering dilaksanakan meskipun dalam pelaksanaannya belum rutin tiap minggu atau tiap bulan, seperti membersihkan jalan ataupun lingkungan sekitar, membersihkan saluran irigasi dan kegiatan - kegiatan lainnya.
Hari ini Kepala Desa Kedungbako bersama Perangkat Desa dan warga lingkungan sekitar melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran irigasi.
Kerja bakti membersihkan lingkungan dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, sampah dan rumput disekitar saluran ataupun pohon yang sudah rimbun. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit apalagi saat ini masih di masa Pandemi Covid-19 serta menjelang musim hujan.
Kades Kedungbako, M. Kamil mengatakan "Tujuan dari diadakannya kegiatan bersih - bersih ini adalah membersihkan lingkungan Desa Kedungbako agar selalu asri dan nyaman bagi kita semua. Disamping itu karena saat ini sudah masuk musim hujan maka kita antisipasi datangnya banjir sehingga kita fokuskan kerja bakti ini di sekitar saluran irigasi."jelas Kamil.
"Selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina hubungan sosial masyarakat khususnya di Desa Kedungbako ini,"ungkap Kades Kedungbako.
“Kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh unsur masyarakat yang telah hadir berpartisipasi ikut dalam kegiatan kerja bakti bersama ini. Semoga kegiatan ini tidak hanya kegiatan temporer saja, melainkan kita semua menyadari betul gotong royong peduli lingkungan ini harus bisa terus digalakan untuk meminimalisir resiko-resiko bencana seperti banjir beberapa waktu lalu yang melanda di Wilayah Kabupaten Pasuruan karena curah hujan yang tinggi,” tutup M. Kamil.
(Krm)

Posting Komentar