kabardesa
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Bertempat di Ruang Rupatama Polres Kediri, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno ,SE. M.si (Han) diwakili Pabung Kodim 0809 Kediri Mayor Inf Didik menghadiri gelar Vidcon (Video Converence) bersama Jajaran Forkopimda Kediri dengan Pimpinan 3 Pilar Jatim.
Gelar Vidcon tersebut di pimpin langsung oleh Gubernur Jatim Dra. Hj.Khofifah Indar Parawansa dalam rangka Transformasi Sosial Menuju Konformitas dan Tertib Sosial dimasa Pandemi Covid - 19 Tahun 2020 yang dilaksanakan di Wilayah Provinsi Jatim. Jum'at (15/5).
Hadir dalam kegiatan gelar Vidcon tersebut Bupati Kediri dr Hj. Harianti Sutrisno, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K.MH ,Pabung Kodim 0809 Kediri Mayor Inf Didik, Danramil 0809/11 Pare Kapten Inf Warsito ,Kasat Narkoba Polres Kediri Akp. Ridwan Sahara, Kasat Reskrim Polres Kediri Akp Gilang Akbar ,Kepala UPTD Puskesmas Pare Dr. M Zainal, Para PJU Polres Kediri,Camat Pare Ibu Anik Wuryani dan BPBD Kabupaten Kediri Bapak Bayu.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Forkopimda Jatim menyampaikan terkait kegiatan ini diharapkan akan terjalin sinergitas yang baik antar lembaga untuk bersama - sama menjalankan tugas dalam penanganan Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden pada bulan Mei ini Covid-19 diharapkan bisa landai dan menurun dengan melaksanakan program yang telah di atur dan terukur, Tutur Khofifah.
Gubernur Jatim juga menyampaikan terkait kebijakan Pemprov Jatim pada tanggal 02 Juni 2020 siswa sekolah akan masuk kembali dan para santri ponpes juga menginginkan bisa kembali ke pondok ,namun kita tetap melihat situasi diwilayah masing-masing, Sebab ada 27 Kabupaten di Provinsi Jatim yang belum selesai melaporkan rekontruksing dan realokasi anggaran kepada kementerian, Maka segera laksanakan revisi dan Kordinasi dengan BPKAD Prov Jatim sehingga bisa tepat waktu dan tepat aitem dan DAU tidak terjadi penundaan,"Terang Ibu Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah mengajak kepada Kepala Daerah agar mempelajari Konsep Kampung siaga dan kampung tangguh yang bisa diimplementasikan di daerah masing-masing. Gubernur yang sudah menerapkan PSBB saja namun masih terjadi peningkatan penyebaran Covid 19 dan terjadi peningkatan angka kematian ,laksanakan tindakan promotiv dan prevesntif dengan menggunakan format kearifan lokal.
Dan melaksanakan kordinasi yang baik antara dinas perhubungan prov Jatim dengan Kabupaten terkait adanya pekerja migran yang masuk wilayah Jatim agar dilaksanakan skrining dan penanganan berlapis guna antalisipasi penularan Covid 19." tambah Khofifah.
Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imron M.S.I juga menyampaikan "Masih terdapat kecenderungan prilaku tidak patuh aturan dan tidak taat hukum dilapagan, untuk itu perlu Memperkuat sinergitas dan soliditas TNI - Polri , Memperkuat kerja sama dengan Pemda, seluruh elemen masyarakat, serta para aparat penegak hukum dan Bersinergi dengan habaib, kyai dan santri yang ada di pondok-pandok pesantren, serta tokoh agama lain,"terang Kapolda Jatim.
Selain itu Bersinergi dengan mahasiswa yang ada di perguruan - perguruan tinggi untuk bersama-sama menjaga agen perubahan sosial, Mengatasi masalah yang muncul sebagai dampak Covid-19 dan konsekwensi pelaksanaan PSBB ( pembatasan skala berprioritas besar).
Seperti penurunan daya beli masyarakat , dirumahkannya para pekerja / buruh pabrik, dampak sikologis terhadap individu sebagai akibat karantina mandiri, stipna negatif terhadap individu dan keluarga yang positif ,penolakan terhadap pelaksanaan PSBB ( pembatasan skala berprioritas besar),kesehatan mentan prustasi dan rentan KDRT ( kekerasan dalam rumah tangga) ,bersama sama dengan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat penanganan Covid - 19 Jatim, Melakukan intervensi mulai pada tingkat satuan wilayah terkecil,Target penanganan Covid -19 terstuktur dan terukur, Penyebaran Covid -19 dapat dikendalikan dan Ekonomi tetap berjalan,"Tutur Kapolda Jatim.
Sementara Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M menyampaikan "Kita perlu kordinasi yang ketet oleh forkopinda jatim dan Forkopimda Kab / Kota yang ada di jawa timur, melaksanakan trecing diwilayah masing masing secara terpadu agar cepat dalam penanganan Covid - 19 .
Kepada Bupati dan Walikota Jangan ragu ragu dalam membuat Perbub dan Perwali agar tidak membahayakan anggota yang ada dilapangan. Perpanjangan PSBB (pembatasan skala berprioritas besar) 2 kali dengan tujuan benar - benar untuk memutus mata rantai Covid - 19,"Terang Pangdam V/Brawijaya.
Kepada Dandim diharapkan jangan memberikan tugas para babinsa dari luar desa , agar maksimal dalam pengurusan wilayah dan lebih maksimal dalam penanganan Covid - 19.
Kita akan dukung personil satpur dan satbanpur apabila dibutuhkan guna membantu Kepolisian di perbatasan perbatasan pintu masuk Jatim dalam rangka mengatasi Penanganan Covid - 19 .
Antisipasi claster - claster baru menjelang lebaran Idul Fitri antara lain tempat ibadah, pasar dan pabrik guna memutuskan mata rantai Covid - 19. Kita tekad akan membentuk Kampung tangguh dan setelah ini para Dandim agar kordinasi dengan Forkopinda agar segera memilih daerah yang dijadikan contoh sebagai kampung tangguh,"tutur Pangdam V/Brawijaya.
Reporter : Indah Merin,S
Editor. : Hariono
Forkompimda Kediri Gelar Vidio Conference (Vidcon) bersama 3 Pilar Pimpinan Jatim Untuk Pantau Penanganan Covid-19
KEDIRI,LINTASDAERAHNEWS.COM - Bertempat di Ruang Rupatama Polres Kediri, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno ,SE. M.si (Han) diwakili Pabung Kodim 0809 Kediri Mayor Inf Didik menghadiri gelar Vidcon (Video Converence) bersama Jajaran Forkopimda Kediri dengan Pimpinan 3 Pilar Jatim.
Gelar Vidcon tersebut di pimpin langsung oleh Gubernur Jatim Dra. Hj.Khofifah Indar Parawansa dalam rangka Transformasi Sosial Menuju Konformitas dan Tertib Sosial dimasa Pandemi Covid - 19 Tahun 2020 yang dilaksanakan di Wilayah Provinsi Jatim. Jum'at (15/5).
Hadir dalam kegiatan gelar Vidcon tersebut Bupati Kediri dr Hj. Harianti Sutrisno, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K.MH ,Pabung Kodim 0809 Kediri Mayor Inf Didik, Danramil 0809/11 Pare Kapten Inf Warsito ,Kasat Narkoba Polres Kediri Akp. Ridwan Sahara, Kasat Reskrim Polres Kediri Akp Gilang Akbar ,Kepala UPTD Puskesmas Pare Dr. M Zainal, Para PJU Polres Kediri,Camat Pare Ibu Anik Wuryani dan BPBD Kabupaten Kediri Bapak Bayu.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Forkopimda Jatim menyampaikan terkait kegiatan ini diharapkan akan terjalin sinergitas yang baik antar lembaga untuk bersama - sama menjalankan tugas dalam penanganan Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden pada bulan Mei ini Covid-19 diharapkan bisa landai dan menurun dengan melaksanakan program yang telah di atur dan terukur, Tutur Khofifah.
Gubernur Jatim juga menyampaikan terkait kebijakan Pemprov Jatim pada tanggal 02 Juni 2020 siswa sekolah akan masuk kembali dan para santri ponpes juga menginginkan bisa kembali ke pondok ,namun kita tetap melihat situasi diwilayah masing-masing, Sebab ada 27 Kabupaten di Provinsi Jatim yang belum selesai melaporkan rekontruksing dan realokasi anggaran kepada kementerian, Maka segera laksanakan revisi dan Kordinasi dengan BPKAD Prov Jatim sehingga bisa tepat waktu dan tepat aitem dan DAU tidak terjadi penundaan,"Terang Ibu Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah mengajak kepada Kepala Daerah agar mempelajari Konsep Kampung siaga dan kampung tangguh yang bisa diimplementasikan di daerah masing-masing. Gubernur yang sudah menerapkan PSBB saja namun masih terjadi peningkatan penyebaran Covid 19 dan terjadi peningkatan angka kematian ,laksanakan tindakan promotiv dan prevesntif dengan menggunakan format kearifan lokal.
Dan melaksanakan kordinasi yang baik antara dinas perhubungan prov Jatim dengan Kabupaten terkait adanya pekerja migran yang masuk wilayah Jatim agar dilaksanakan skrining dan penanganan berlapis guna antalisipasi penularan Covid 19." tambah Khofifah.
Kapolda Jatim Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imron M.S.I juga menyampaikan "Masih terdapat kecenderungan prilaku tidak patuh aturan dan tidak taat hukum dilapagan, untuk itu perlu Memperkuat sinergitas dan soliditas TNI - Polri , Memperkuat kerja sama dengan Pemda, seluruh elemen masyarakat, serta para aparat penegak hukum dan Bersinergi dengan habaib, kyai dan santri yang ada di pondok-pandok pesantren, serta tokoh agama lain,"terang Kapolda Jatim.
Selain itu Bersinergi dengan mahasiswa yang ada di perguruan - perguruan tinggi untuk bersama-sama menjaga agen perubahan sosial, Mengatasi masalah yang muncul sebagai dampak Covid-19 dan konsekwensi pelaksanaan PSBB ( pembatasan skala berprioritas besar).
Seperti penurunan daya beli masyarakat , dirumahkannya para pekerja / buruh pabrik, dampak sikologis terhadap individu sebagai akibat karantina mandiri, stipna negatif terhadap individu dan keluarga yang positif ,penolakan terhadap pelaksanaan PSBB ( pembatasan skala berprioritas besar),kesehatan mentan prustasi dan rentan KDRT ( kekerasan dalam rumah tangga) ,bersama sama dengan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat penanganan Covid - 19 Jatim, Melakukan intervensi mulai pada tingkat satuan wilayah terkecil,Target penanganan Covid -19 terstuktur dan terukur, Penyebaran Covid -19 dapat dikendalikan dan Ekonomi tetap berjalan,"Tutur Kapolda Jatim.
Sementara Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M menyampaikan "Kita perlu kordinasi yang ketet oleh forkopinda jatim dan Forkopimda Kab / Kota yang ada di jawa timur, melaksanakan trecing diwilayah masing masing secara terpadu agar cepat dalam penanganan Covid - 19 .
Kepada Bupati dan Walikota Jangan ragu ragu dalam membuat Perbub dan Perwali agar tidak membahayakan anggota yang ada dilapangan. Perpanjangan PSBB (pembatasan skala berprioritas besar) 2 kali dengan tujuan benar - benar untuk memutus mata rantai Covid - 19,"Terang Pangdam V/Brawijaya.
Kepada Dandim diharapkan jangan memberikan tugas para babinsa dari luar desa , agar maksimal dalam pengurusan wilayah dan lebih maksimal dalam penanganan Covid - 19.
Kita akan dukung personil satpur dan satbanpur apabila dibutuhkan guna membantu Kepolisian di perbatasan perbatasan pintu masuk Jatim dalam rangka mengatasi Penanganan Covid - 19 .
Antisipasi claster - claster baru menjelang lebaran Idul Fitri antara lain tempat ibadah, pasar dan pabrik guna memutuskan mata rantai Covid - 19. Kita tekad akan membentuk Kampung tangguh dan setelah ini para Dandim agar kordinasi dengan Forkopinda agar segera memilih daerah yang dijadikan contoh sebagai kampung tangguh,"tutur Pangdam V/Brawijaya.
Reporter : Indah Merin,S
Editor. : Hariono
Via
kabardesa


Posting Komentar