kabardesa
Malang,Lintasdaerahnews.com - Baru saja saya mendengar berita di sebuah stasiun TV hari ini bahwa Efek Covid-19, Trump Kecam WHO.
Ada apa?
Bisa kita lihat ke belakang bahwa persaingan ekonomi Internasional sangat mengerikan akhir-akhir. Bukan tidak mungkin bahwa USA yg beberapa kali diam karena efek ini muncul kepermukaan dg ancaman-ancaman yang sungguh menyakitkan dunia.
Persaingan negara adidaya ini membuat banyak negera ketakutan. Apalagi, Trump yang keras dan temperamental. Bisa melakukan apa saja untuk kejayaan USA.
Banyak hal yg kita lihat disini. Sejak abad ke-18, USA sudah mengacaukan semenanjung Asia. Mulai dari alih2 menawarkan bantuan bahkan menciptakan perang saudara di Korea.
Saya juga sudah membaca beberapa sumber bahwa USA sejak dulu sudah mengekori Asia yg konon memiliki berbagai sumber daya alam yang melimpah.
Persaingan USA-China membuat seluruh dunia gempar dan sesak napas. Banyak korban yg harus diselesaikan oleh dua negara ini.
Perang saudara Korea, yg dulunya bersatu. Dan terpisah menjadi dua, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan, membuat mereka berdua saling ancam-mengancam.
Banyak garis demarkasi militer yang harus dipatuhi. Bila tidak, ini akan membuat salah satunya mati tanpa jejak.
Inilah yg membuat dasar analisa yang kuat tentang fakta sejarah bahwa peran USA dimanapun sungguh nyata.
Berhubung pandemi Covid-19 ini sedang panas, Trump mengancam WHO untuk berhenti mendanai WHO dalam hal mendukung USA dalam memberantas pandemi ini. Alasan Trump adalah WHO memihak ke Tiongkong.
Dari sini, kita banyak membaca bahwa persaingan internasional saat ini banyak menuai krisis dunia yang tak kalah penting dari krisis manapun.
Berhubung pusat ekonomi terbesar ada di USA. Sedangkan, China saat ini sudah memberikan bantuan banyak kepada negara berkembang, hal ini membuatnya merasa lebih kuat dari USA.
Bisa juga kita telaah bahwa permainan USA-China ini mengorbankan banyak negara di dunia ini. Seperti halnya, rebutan kekuasaan di Korea menjadikan korea terpecah. Sebelah Utara dibantu Tiongkok dan Uni Soviet (Rusia). Sebelah Selatan, digembosi USA. Korea korban nyata sejarah.
Akankah Indonesia seperti itu juga?
Kita lihat akhirnya, konspirasi ini akan berjalan terus menerus. Bila tidak dihadapi dengan kepala cerdas dan cermat, semuanya ikut alur internasional yg akan menjatuhkan Indonesia sendiri.
Saat ini, China menggunakan Indonesia dalam persaingannya dg USA. USA menggunakan Arab Saudi untuk menyaingi China. Sama-sama adu kekuatan. Semuanya adala negara Muslim. Lalu, USA yang alih-alih tidak menyukai komunis, berdalih akan menyelamatkan negara Muslim ini. Begitu pula China, yang misi besarnya akan mendirikan negara komunis dunia.
Bukan tidak mungkin terjadi. Kita bisa baca gerakan-gerakan licik mereka. Bila USA menghentikan pendanaan ke WHO, maka WHO akan ketakutan. Sebab, selama ini dibawah kendali USA. WHO bisa hancur. Inilah liciknya USA. Hanya memikirkan dirinya sendiri.
Jelas sudah di depan mata kita bahwa virus Covid-19 ini dibuat khusus untuk bersaing di dunia internasional. Saling adu ilmuwan untuk membuat antivirus. Bahkan, saling adu kepintaran dalam menangani pandemi ini.
Nyatanya, USA sama saja beratnya menanggung efek Covid-19 ini. Disamping China yang sudah selesai menghadapinya. Walaupun ada virus baru lagi. USA setidaknya harus mengalah dari hal itu. Namun, siapa yang bisa menghentikan Trump? Tidak ada.
Gemparan politik dan ekonomi internasional akan tetap berlanjut. Kita tunggu cerita mereka selanjutnya.
Catatan Redaksi : Penulis dan Penerbit untuk Pembaca
Reporter : Ana /Biro Malang
Editor. : Hariono
Menilik Kembali Misi USA - China
Malang,Lintasdaerahnews.com - Baru saja saya mendengar berita di sebuah stasiun TV hari ini bahwa Efek Covid-19, Trump Kecam WHO.
Ada apa?
Bisa kita lihat ke belakang bahwa persaingan ekonomi Internasional sangat mengerikan akhir-akhir. Bukan tidak mungkin bahwa USA yg beberapa kali diam karena efek ini muncul kepermukaan dg ancaman-ancaman yang sungguh menyakitkan dunia.
Persaingan negara adidaya ini membuat banyak negera ketakutan. Apalagi, Trump yang keras dan temperamental. Bisa melakukan apa saja untuk kejayaan USA.
Banyak hal yg kita lihat disini. Sejak abad ke-18, USA sudah mengacaukan semenanjung Asia. Mulai dari alih2 menawarkan bantuan bahkan menciptakan perang saudara di Korea.
Saya juga sudah membaca beberapa sumber bahwa USA sejak dulu sudah mengekori Asia yg konon memiliki berbagai sumber daya alam yang melimpah.
Persaingan USA-China membuat seluruh dunia gempar dan sesak napas. Banyak korban yg harus diselesaikan oleh dua negara ini.
Perang saudara Korea, yg dulunya bersatu. Dan terpisah menjadi dua, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan, membuat mereka berdua saling ancam-mengancam.
Banyak garis demarkasi militer yang harus dipatuhi. Bila tidak, ini akan membuat salah satunya mati tanpa jejak.
Inilah yg membuat dasar analisa yang kuat tentang fakta sejarah bahwa peran USA dimanapun sungguh nyata.
Berhubung pandemi Covid-19 ini sedang panas, Trump mengancam WHO untuk berhenti mendanai WHO dalam hal mendukung USA dalam memberantas pandemi ini. Alasan Trump adalah WHO memihak ke Tiongkong.
Dari sini, kita banyak membaca bahwa persaingan internasional saat ini banyak menuai krisis dunia yang tak kalah penting dari krisis manapun.
Berhubung pusat ekonomi terbesar ada di USA. Sedangkan, China saat ini sudah memberikan bantuan banyak kepada negara berkembang, hal ini membuatnya merasa lebih kuat dari USA.
Bisa juga kita telaah bahwa permainan USA-China ini mengorbankan banyak negara di dunia ini. Seperti halnya, rebutan kekuasaan di Korea menjadikan korea terpecah. Sebelah Utara dibantu Tiongkok dan Uni Soviet (Rusia). Sebelah Selatan, digembosi USA. Korea korban nyata sejarah.
Akankah Indonesia seperti itu juga?
Kita lihat akhirnya, konspirasi ini akan berjalan terus menerus. Bila tidak dihadapi dengan kepala cerdas dan cermat, semuanya ikut alur internasional yg akan menjatuhkan Indonesia sendiri.
Saat ini, China menggunakan Indonesia dalam persaingannya dg USA. USA menggunakan Arab Saudi untuk menyaingi China. Sama-sama adu kekuatan. Semuanya adala negara Muslim. Lalu, USA yang alih-alih tidak menyukai komunis, berdalih akan menyelamatkan negara Muslim ini. Begitu pula China, yang misi besarnya akan mendirikan negara komunis dunia.
Bukan tidak mungkin terjadi. Kita bisa baca gerakan-gerakan licik mereka. Bila USA menghentikan pendanaan ke WHO, maka WHO akan ketakutan. Sebab, selama ini dibawah kendali USA. WHO bisa hancur. Inilah liciknya USA. Hanya memikirkan dirinya sendiri.
Jelas sudah di depan mata kita bahwa virus Covid-19 ini dibuat khusus untuk bersaing di dunia internasional. Saling adu ilmuwan untuk membuat antivirus. Bahkan, saling adu kepintaran dalam menangani pandemi ini.
Nyatanya, USA sama saja beratnya menanggung efek Covid-19 ini. Disamping China yang sudah selesai menghadapinya. Walaupun ada virus baru lagi. USA setidaknya harus mengalah dari hal itu. Namun, siapa yang bisa menghentikan Trump? Tidak ada.
Gemparan politik dan ekonomi internasional akan tetap berlanjut. Kita tunggu cerita mereka selanjutnya.
Catatan Redaksi : Penulis dan Penerbit untuk Pembaca
Reporter : Ana /Biro Malang
Editor. : Hariono
Via
kabardesa


Posting Komentar